Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Tekankan Pentingnya Perubahan Transformatif guna Capai Target SDGs

📅 Selasa, 03 Sep 2024, 00:00 WIB | Oleh:
RI Tekankan Pentingnya Perubahan Transformatif guna Capai Target SDGs Doc: ISTIMEWA
Ket. Menteri Perencanaan Pem­bangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa

BADUNG - Indonesia menekankan pentingnya perubahan transformatif guna mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Suistainable Development Goals (SDGs). Hanya 15 persen dari target SDGs yang berada di jalur yang benar, sementara banyak lainnya mengalami kemunduran.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, dalam sambutannya pada High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF MSP) 2024, di Badung, Bali, Senin (2/9).

"Melalui HLF MSP 2024, Indonesia menekankan pentingnya perubahan transformatif," kata Suharso.

Seperti dikutip dari Antara, Suharso memaparkan karena hanya 15 persen dari target SDGs yang berada di jalur yang benar, akibatnya lebih dari separuh populasi dunia berisiko tertinggal dan tidak terlibat sebagai subjek pembangunan.

Suharso mengatakan kondisi itu diperburuk oleh munculnya berbagai tantangan global, mulai dari ketegangan geopolitik, ketimpangan, kemiskinan ekstrem, perubahan iklim, pandemi global, krisis keuangan, hingga gangguan rantai pasokan global.

Rugikan Ekonomi Global

Di sisi lain, fragmentasi ekonomi, terutama dalam konteks perdagangan, dapat memiliki konsekuensi yang merugikan bagi ekonomi global. Suharso mengutip riset Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO) yang menyatakan terbaginya blok perdagangan menyebabkan penurunan produk domestik bruto (PDB) global hingga 5 persen.

Senada, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperkirakan kerugian global akibat fragmentasi perdagangan dapat berkisar antara 0,2 persen hingga 7 persen dari PDB.

Melihat berbagai kondisi itu, Indonesia menyerukan adanya langkah transformatif dan kerja sama internasional yang lebih kuat dan kritis dari sebelumnya. "Kerja sama antara selatan dan utara global harus efektif, inklusif, dan didukung oleh kemitraan multi-pemangku kepentingan," ujar Suharso.

Dalam diskusi HLF MSP 2024, para panelis akan membahas bagaimana solusi kemitraan multi-stakeholder dapat menjadi jembatan penghubung antara selatan-utara dan selatan-selatan yang diharapkan dapat membuka potensi penuh dari negara-negara selatan global.

Kemudian, perwakilan pemerintah, sektor swasta, akademisi, organisasi internasional, LSM, bank pembangunan multilateral, dan filantropis, selanjutnya akan didalami diskusi dengan tiga sub-tema mendesak.

Ketiga sub-tema itu di antaranya kemitraan multi-pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama, meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan melalui ekonomi berkelanjutan, dan memajukan pembangunan melalui pembiayaan inovatif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

37 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.