Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Paus Fransiskus Bertolak ke Indonesia, Persinggahan Pertama dalam Lawatan ke 4 Negara

📅 Selasa, 03 Sep 2024, 08:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Paus Fransiskus Bertolak ke Indonesia, Persinggahan Pertama dalam Lawatan ke 4 Negara Doc: AFP/Tiziana FABI
Ket. Dalam beberapa minggu terakhir Paus Fransiskus tampak bersemangat, dan sering kali bersemangat karena berada di antara umatnya.

Paus Fransiskus (87) dijadwalkan mendarat di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim pada hari Selasa (3/9) untuk kunjungan yang didominasi oleh hubungan antar-agama, awal dari perjalanan ke empat negara yang akan menjadi yang terpanjang dalam masa jabatan kepausannya.

Paus meninggalkan Roma pada Senin (2/9) sore dan dijadwalkan mendarat di Jakarta pukul 11.30 pagi, pemberhentian pertama dalam perjalanan 12 hari yang juga akan singgah di Papua Nugini, Timor Timur, dan Singapura.

Perjalanan sejauh 32.000 kilometer (hampir 20.000 mil) tersebut, yang terpanjang dan terjauh dari 11 tahun kepemimpinannya dalam Gereja Katolik di seluruh dunia, akan menguji kesehatan Fransiskus yang semakin rapuh.

Namun dalam beberapa minggu terakhir, Paus Fransiskus tampak bersemangat dan sering kali bersemangat karena berada di tengah umatnya.

Umat Katolik saat ini mewakili kurang dari tiga persen populasi Indonesia, sekitar delapan juta orang, dibandingkan dengan 87 persen, atau 242 juta, yang beragama Islam.

Namun mereka adalah satu dari enam agama atau denominasi yang diakui secara resmi di negara tersebut, termasuk Protestan, Buddha, Hindu, dan Konfusianisme.

Pada hari Kamis (5/9), Paus akan bertemu dengan perwakilan keenam agama itu di Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara dan merupakan simbol koeksistensi agama.

Masjid ini terhubung melalui "terowongan persahabatan" ke katedral di seberang jalan, tempat umat Kristen beberapa hari ini berfoto selfie dengan gambar Paus Fransiskus seukuran manusia asli.

Di masjid tersebut, Paus Fransiskus akan menandatangani deklarasi bersama dengan imam besar, Nasaruddin Umar.

Pernyataan tersebut akan difokuskan pada "dehumanisasi", terutama penyebaran kekerasan dan konflik, khususnya terhadap perempuan dan anak-anak, serta kerusakan lingkungan, menurut konferensi uskup Indonesia.

Paus telah berulang kali mendesak dunia untuk berbuat lebih banyak untuk memerangi perubahan iklim dan mengurangi dampaknya, termasuk naiknya permukaan air laut, yang mengancam kota besar Jakarta yang sangat tercemar.

Keamanan diperketat selama kunjungan tiga hari tersebut, 4.000 petugas dikerahkan, di antaranya dari militer, polisi, dan anggota pengawal presiden.

Sebuah papan iklan baru yang bertuliskan "Selamat Datang Paus Fransiskus" telah dipasang di Jakarta Pusat, pemerintah telah memesan prangko khusus untuk menghormatinya.

Kementerian Agama memuji kunjungan tersebut sebagai simbol keberagaman agama di Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.