Paus Fransiskus Bertolak ke Indonesia, Persinggahan Pertama dalam Lawatan ke 4 Negara
📅 Selasa, 03 Sep 2024, 08:59 WIB | Oleh: Tim Penulis"Hal ini sangat penting dalam menyampaikan pesan dan menunjukkan kepada dunia bahwa kerukunan umat beragama di Indonesia terjamin dan telah terlaksana," kata juru bicara Kementerian Agama, Sunanto, pada hari Senin, seperti dikutip kantor berita Antara.
Ini merupakan kunjungan ketiga Paus ke Indonesia, negara kepulauan dengan 17.500 pulau, setelah Paus Paulus VI pada tahun 1970 dan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1989.
Diskriminasi dan Dialog
Meskipun Indonesia secara resmi mengakui berbagai agama, terdapat kekhawatiran tentang meningkatnya diskriminasi, termasuk terhadap umat Kristen, dan umat Katolik setempat berharap agar Paus angkat bicara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) yang berpusat di Jakarta mengatakan kepada AFP, mereka telah mencatat delapan pelanggaran kebebasan beragama pada bulan Agustus saja, termasuk pelarangan pembangunan gereja, serangan terhadap kuil, dan penyerangan.
Namun Michel Chambon, seorang teolog dan antropolog di Universitas Nasional Singapura, mengatakan Paus akan menyampaikan pesan yang lebih luas yang telah disampaikannya di negara-negara mayoritas Muslim lainnya, dari Irak hingga Bahrain, Turki, dan Maroko.
Kunjungan tersebut "tidak benar-benar ditujukan kepada umat Katolik di Indonesia" tetapi dimaksudkan untuk menyoroti pentingnya dialog Islam-Kristen secara global, katanya kepada AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Terdapat perpecahan bahkan di dalam Gereja Katolik. Beberapa pemimpin berpikir bahwa dialog antar-agama yang baik itu baik dan benar, tetapi tidak akan lebih dari sekadar hidup berdampingan secara damai," imbuhnya.
Kesehatan yang Rapuh
Fransiskus akan bertemu dengan Presiden Joko Widodo selama kunjungannya dan mengadakan pertemuan dengan kaum muda, diplomat, dan pendeta setempat.
Ia juga akan memimpin misa di stadion Gelora Bung Karno berkapasitas 80.000 tempat duduk, salah satu dari beberapa acara semacam itu selama lawatannya, dalam perjalanan luar negeri ke-45 selama masa kepausannya.
Awalnya kunjungan Paus direncanakan pada tahun 2020 tetapi ditunda karena pandemi Covid, kunjungan tersebut terjadi hanya tiga bulan sebelum ulang tahunnya yang ke-88.
Pria Argentina ini sekarang rutin menggunakan kursi roda untuk bergerak, menjalani operasi hernia tahun lalu dan terganggu oleh masalah pernapasan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!