Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Diserbu Leachate Hitam, Masa Depan Kali Asem Suram

📅 Senin, 02 Sep 2024, 10:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Diserbu Leachate Hitam, Masa Depan Kali Asem Suram Doc: Koran Jakarta/KPNas
Ket. Air lindi dan sampah dari TPST Bantargebang, TPA Sumurbatu, ditambah tinja dari IPLT Sumurbatu memperparah pencemaran kali.

Bagong Suyoto, Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas)

Aliran Kali Ciketing yang berada di ujung selatan, timur, barat TPST Bantargebang dan alurnya bertemu di suatu titik depan kantor TPA Sumurbatu. Selanjutnya mengalir ke Kali Asem berupa air bercampur lindi (leachate) balutan logam berat, berwarna hitam pekat dan sangat bau membawa bencana bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

Berdasarkan Kajian Cepat Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APP), Kawali Indonesia Lestari, dll, bahwa leachate ditambah limbah domestik sudah sangat mengkhawatirkan. Air lindi dan sampah dari TPST Bantargebang, TPA Sumurbatu, ditambah tinja dari IPLT Sumurbatu memperparah pencemaran kali, mulai dari Kali Ciketing, Kali Asem, Kali Pedurenan, Dukuh Zamrud hingga Mutiara Gading Bekasi Timur, Crossing tol Jatimulya. (KPNas, 3/12/2020)

Cerita sejumlah tetua kampung Ciketing Sumurbatu dan warga berusia 35 sampai 40 tahun, disimpulkan, mereka mengalami dan merasakan sentuhan alam yang masih alami tiga puluh tahun lalu. Mereka dulu sangat senang melihat kali Ciketing, Kali Asem yang masih alami, asri. Kanan kiri kali banyak pepohonan atau vegetasi. Ada keanekaragaman hayati.

Kalinya lebar, airnya jernih, berbagai jenis ikan dan biota air hidup dengan ceria. Warga menangkap ikan dengan tangan, dibawa pulang dan dimasak untuk lauk makan keluarga. Setiap hari warga mandi, mencuci di kali. Ada juga yang memandikan ternak, dan mengairi sawah atau lahan pertanian.

Pada 26 Agustus 2024, saya kedatangan 6 orang, dipimpin Benny Tunggul dan Ibu Sribebassari, ratu sampah Indonesia, mereka bilang dari Pokja VI Tim Monitoring TPST Bantargebang. Meminta saya menjadi nara sumber seputar permasalahan TPST Bantargebang, terutama kondisi Kali Asem.

Saya sampaikan pada Tim Monev, bahwa pencemaran Kali Ciketing dan Kali Asem sudah sangat parah. Sumber pencemar berasal dari TPST Bantargebang, TPA Sumurbatu, IPLT Sumurbatu, pabrik daur ulang dan pabrik umum, pencacahan plastik, dll. Namun, kita melihatnya sumber pencemaran utama itu dari TPST Bantargebang, sekarang kondisinya makin kritis, semua zona sudah penuh.

Sementara itu, IPAL Induk yang dibangung di sisi Kali Asem tidak dioperasikan sesuai standar baku. Limbah cair dari sumber-sumber tersebut sama sekali tidak di-treathment di IPAL bersama. Pembangunan IPAL bersama bertujuan untuk mengolah limbah dari sumber-sumber tadi dan untuk mengurangi pencemaran air. Anggarannya DKI Jakarta, bagian dari dana kompensasi sampah.

Luas TPST Bantargebang 108 menjadi 132,5 hektar (meliputi wilayah Kelurahan Cikiwul, Ciketingudik dan Sumurbatu). TPST dioperasikan 1989, milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sampah dikirim ke TPST sebanyak 7.500-7.800 ton/hari, ketika banjir mencapai 12.000 ton/hari. Punya berbagai teknologi pengolahan sampah, tingkat reduksi 15-20%. Jumlah pemulung sekitar 6.000 - 7.000 orang dari berbagai daerah di Indonesia (muncul gubuk-gubuk kumuh dengan sanitasi sangat buruk).

Leachate TPST Bantargebang belum terkelola dengan baik, sebagian masuk kali Ciketing, Kali Asem, Kali Peduren, dan seterusnya). Ketika musim hujan volume lindi semakin banyak. Sementara sistem manajemen air lindi tidak memadai. Dari dua IPAS yang ada, yang berfungsi secara normal hanya 1 IPAS, yakni IPAS 3.

Bandingkan dengan pengelolaan sampah dan air lindi TPA Sumurbatu. Masih memakai pendekatan lama: Kumpul-Angkut-Buang. Sampah belum terpilah dibuang ke TPA. Kota Bekasi mengandalkan TPA Sumrubatu, luas 21 hektar. Produksi sampah warga Kota Bekasi sekitar 1.500 ton/hari. Sampah di TPA hanya ditumpuk dan ditumpuk (pengolahan relatif tidak ada). Sampah sering longsor ketika musim hujan. Tumpukan sampah longsor menimbun ratusan makam warga. Air lindi tidak dikelola. Dampak pencemaran lingkungan dan acaman kesehatan semakin besar.

Paradigma lama (end of pipe solution) harus ditinggalkan, sebab menimbulkan berbagai masalah, yaitu: 1) Beban TPA sangat tinggi; 2) Luas lahan terbatas; 3) Operational cost tinggi; 4) Menimbulkan dampak lingkungan yang semakin berat (bau, air tanah); 5) Boros sumberdaya; 6) Kurang memberi ruang bagi peran masyarakat dan pelaku usaha; dan 7) Menciptakan stigma buruk, resistensi dan gerakan anti-TPA.

Saya minta pada Tim Monev untuk melakukan survey dan mapping, melakukan uji laboratorium air Kali Asem, penertiban pabrik, konservasi kali. Beberapa pekerjaan ke depan demi kelestarian kali,yaitu: (1) Mulai Kali Ciketing, Kali Asem sampai Jatimulya perlu Conservation of Lake Water Quality. (2) Protection of Drinking Water Resources. (3) Conservation of Soil Environment. (4) Pollution Control, dan (5) Education and Awareness Raising.

Menurut Djoko Heru Martono (2004) dalam perencanaan dan implementasi pembangunan TPA/TPST sebaiknya dapat melindungi tanah dan air dari pencemaran lindi. Pertama, hindari sumber air tanah; jika terpaksa, lengkapi TPA/TPST dengan drainase melingkar, sistem sumur pemeriksaan, atau alat kontrol lainnya. Kedua, manajemen gas TPA/TPST. Harus membuat rencana pengelolaan gas yang meliputi sumuran ekstraksi, sistem pengumpulan gas, fasilitas pengumpulan kondensat, fasilitas blower vacuum, dan fasilitas flare (pembakaran gas) dan atau sistem pemanfaatan gas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.