Diserbu Leachate Hitam, Masa Depan Kali Asem Suram
📅 Senin, 02 Sep 2024, 10:54 WIB | Oleh: Tim PenulisKetiga, pengumpulan leachate. Perkirakan aliran leachate maksimum dari tumpukan sampah dan ukuran pipa atau parit yang digunakan untuk pengumpulan cairan; ukuran pompa dan bahan pipa sesuai dengan tekanan statik sesuai dengan tinggi TPA/TPST. Keempat, pengolahan leachate disesuaikan dengan kondisi wilayah. Pengolahan leachate dapat dilakukan secara biologi, kimia maupun fisik. Pengolahan leachate paling murah dengan kolam pengendapan anaerobic.
Lanjut pakar tersebut, leachate mengandung beberapa zat dan parameter yang pada kadar tertentu bersifat sebagai pencemar. Zat dan parameter tersebut diantaranya: Amonia nitrat, Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), Sulfat, dan pH
Persyaratan lingkungan, TPA/TPST harus dilengkapi dengan fasilitas pengendalian gas dan cairan leachate, fasilitas pengukuran air tanah, stasiun pengukuran udara. Apa yang disebutkan itu merupakan syarat esensial dari TPA sistem sanitary landfill. Selain itu sampah harus dipilah dan diolah dari sumber, atau sampah terpilah masuk ke plant-plant pengolahan sampah, seperti plant composting, refused derived fuel (RDF), daur ulang, dll.
Setelah wawancara dan diskusi selama 2,5 jam di kantor KPNas di Sumurbatu, kemudian Tim Monev minta didampingi menemui tokoh di Kelurahan Ciketingudik dan pengelola TPST Bantargebang. Tokoh yang diwawancarai adalah Cempa atau Gunin, mantan Ketua RT 001/005 Ciketingudik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Gunin, kondisi TPST Bantargebang sudah parah, hampir semua zona penuh, dan perlu perluasan lahan, demi menjaga keselamatan pekerja dan pemulung. Karena, memang kondisinya sudah mengkhawatirkan. Dalam waktu dua tahun ke depan TPST Bantargebang akan penuh sampah. Jadi, pada saat ini yang diperlukan adalah perluasan lahan untuk membuat zona baru. Itu cara yang paling aman dan efektif untuk mengatasi persoalan TPST Bantargebang saat ini.
Gunin melanjutkan, sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang semakin banyak, sementara yang diolah masih sedikit, mungkin 20 persen. Teknologi pengolahan yang ada belum mampu mengolah sampah dalam jumlah banyak, misalnya PLTSa maupun RDF. Karena sampahnya macam-macam, belum terpilah, ada kasur, spring bed, lemari, meja kursi, ban mobil, dll yang bentuknya besar-besar. Spring bed dimasuk ke dalam mesin open PLTSa kawat-kawatnya masih utuh, tidak bisa meleleh.
Setelah itu, Tim Monev melanjutkan ke kantor TPST Bantargebang, ingin bertemu dengan pelaksana UPST/TPST Bantargebang. Tetapi, ditunggu lama tidak muncul-muncul. Kata bawahannya sedang ke lapangan, melihat pengerjaan proyek di Sumurbatu, dekat Makam Mbah Raden Kebluk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akhirnya, Tim Monev ditemui salah satu stafnya. Tim hanya fokus masalah Kali Asem. Tim sudah ke lapangan melihat beberapa titik, dan ditemukan sejumlah masalah. Terjadi peningkatkan pencemaran dan kondisi kali yang buruk. Juga, melihat IPAL bersama tidak dioperasikan. Langkah apa yang sedang dilakukan dan akan dilakukan oleh pengelola TPST Bantargebang terhadap kondisi Kali Asem?
Pencemaran Kali Asem tersebut mengalir hingga crossing tol Jatimulya. Pencemaran itu melewati wilayah Kota dan Kabupaten Bekasi. Perwakilan TPST menyatakan, beberapa bulan lalu sudah dilakukan kesepakatan dengan Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi untuk mengatasi pencemaran masing-masing. Pengelola TPST Bantargebang sudah memasang jaring-jaring untuk mengurangi sampah yang masuk ke kali Asem.
Selanjutnya, upaya mengatasi pencemaran kali akibat leachate, pihak TPST Bantargebang merencana memasang pipa-pipa untuk mengalirkan lindi ke IPAL bersama. Rencana detailnya belum tahu, menunggu penjelasan kepala pelakasana UPST Bantargebang. Oleh karena itu, Tim Monev ingin tahu rencana detail agar dapat memberikan masukan dan mengawasi ketika proyek tersebut diimplementasikan.
Tim Monev juga ingin bertemu dengan Tim Independen TPST Bantargebang guna mendiskusikan temuan-temuan di tingkat lapangan. Tujuannya guna menyatukan pandangan dalam memperbaiki pengelolaan TPST Bantargebang secara terencana, komprehensif, bertahap dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!