Agar Pengelolaan Air di IKN dan Sekitarnya Lebih Adil
📅 Jumat, 30 Agu 2024, 15:40 WIB | Oleh: Tim PenulisPemerintah juga perlu mengelola sumber air lain di daerah aliran sungai (DAS) Kabupaten Penajam Paser Utara. Pasalnya, DAS ini terindikasi tercemar oleh limbah domestik dan tembaga. Alhasil, air dari sumber ini perlu diolah sebelum dimanfaatkan oleh masyarakat.
Untuk menjaga kualitas air, pemerintah sepatutnya membangun sistem pengelolaan air limbah domestik dan instalasi pengolahan air bersih. Pasalnya, Penajam Paser Utara memiliki ribuan lubang bekas tambang yang dapat menambah beban pencemar di air sekitar. Terlebih, pengembangan IKN akan menciptakan banyak proyek infrastruktur sehingga menambah beban pencemar kawasan tersebut.
Untuk memastikan kualitas air tanah, otoritas IKN dapat menanam tanaman-tanaman lokal sebagai instalasi lahan basah buatan. Area ini dimaksudkan untuk meniru fungsi alami lahan basah yang mengurangi beban pencemar sebelum masuk ke badan air (sungai, embung, waduk, dll). Tanaman-tanaman, selada air, bayam, atau kangkung dapat mereduksi kandungan nitrat, fosfor, maupun zat berbahaya bekas tambang dan proyek. Teknik ini dikenal sebagai fitoremediasi.
Keadilan bagi kota lainnya
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain penduduk IKN, penduduk lokal terdekat yang mengalami kekeringan selama dua dekade terakhir adalah Balikpapan. Balikpapan memiliki tingkat risiko kekeringan yang tinggi. Persoalan krisis air baku di Balikpapan telah menjadi perhatian sejak tahun 2010, termasuk opsi pengambilan air dari Bendungan Sepaku Semoi yang masuk dalam rencana jangka panjang.
Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi sebenarnya sudah lama direncanakan. Pada awalnya, pemerintah merencanakan Bendungan Sepaku Semoi untuk mencukupi kebutuhan air Balikpapan sebesar 2.000 liter per detik dan Penajam Paser Utara sebesar 500 liter per detik.
Namun, alokasi tersebut berbalik. Balikpapan kini hanya mendapatkan 500 liter per detik. Pasokan 2.000 liter per detik diperuntukkan bagi Penajam Paser Utara sebagai lokasi IKN.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan kondisi alokasi sebesar itu, pemerintah Balikpapan selayaknya melakukan beberapa strategi untuk memenuhi kebutuhan akses air warganya secara berkeadilan.
Pertama, pemerintah Balikpapan perlu bernegoisasi ulang dengan pemerintah pusat terkait alokasi air Bendungan Sepaku Semoi untuk Balikpapan. Konsultasi publik pembangunan SPAM Sepaku Semoi pada 10 Juli 2023 terkait rencana untuk Kota Balikpapan direncanakan memiliki kapasitas 1000 liter per detik untuk kebutuhan air minum penduduk. Angka tersebut dua kali lipat dari pasokan saat ini.
Langkah kedua, pemerintah Balikpapan dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah atau swasta untuk membantu mengidentifikasi solusi inovatif dari distribusi air yang lebih adil. Kolaborasi ini juga bisa mencakup investasi bersama dalam proyek infrastruktur air yang dapat menguntungkan banyak pihak.
Ketiga, melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pengelolaan sumber daya air dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Publikasi hasil konsultasi publik dan sosialisasi rencana pembangunan SPAM Sepaku Semoi dapat membantu masyarakat memahami situasi dan mendukung upaya pemerintah Balikpapan.
Memastikan keadilan akses
Pemerintah perlu mengelola air di IKN agar lebih menguntungkan dan terjangkau bagi masyarakat Penajam Paser Utara dan Balikpapan yang saat ini rentan kekeringan. Akses terhadap air merupakan hak dasar setiap warga negara yang diakui secara universal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!