Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Berisiko Kembali Tertekan

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 09:20 WIB | Oleh:
Rupiah Berisiko Kembali Tertekan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi berbalik melemah, hari ini (29/8). Investor diperkirakan kembali memburu aset safe haven sehingga dapat memicu penguatan dollar AS terhadap mata uang lainnya, termasuk rupiah.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo melihat investor menantikan laporan indeks harga Price Consumption Expenditure (PCE) pada akhir pekan ini serta klaim pengangguran awal terbaru untuk kejelasan lebih lanjut tentang jalur suku bunga. Dia memperkirakan pelemahan dollar AS mulai terbatas karena telah mendekati angka psikologis di level 100 sehingga akan menarik bagi orang untuk membeli dollar kembali. Aksi pembelian dollar ini berpotensi terjadi pada September.

Aksi borong dollar AS tersebut bakal mempengaruhi kurs rupiah. Sutopo memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (29/8), bergerak di kisaran 15.400 -15.500 rupiah per dollar AS.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada akhir perdagangan, Rabu (28/8) sore, menguat 73 poin atau 0,47 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.422 rupiah per dollar AS. Penguatan terjadi di tengah sinyal pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

"Rupiah masih menguat di tengah sinyal para pejabat The Fed terkait adanya pemangkasan suku bunga pada pertemuan bulan September mendatang," kata analis ICDX Taufan Dimas Hareva di Jakarta.

Dalam Simposium Jackson Hole pekan lalu, Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa waktunya telah tiba bagi The Fed untuk memulai pemotongan suku bunga AS Fed Funds Rate (FFR). Pelaku pasar memproyeksikan suku bunga AS akan turun sebesar 25 basis poin pada September 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.