Dibayangi Tekanan Global - 10 September 2026
📅 Kamis, 10 Sep 2026, 08:00 WIB | Oleh: Muchamad IsmailRupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif karena pasar menghadapi dua tekanan eksternal utama, yakni lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik Timur Tengah dan arah kebijakan The Fed.
Kenaikan minyak berpotensi memperbesar tekanan inflasi AS, sehingga jika data PPI dan jobless claims menunjukkan ekonomi masih kuat, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih hawkish dapat kembali menguat sehingga menambah tekanan terhadap rupiah.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (10/9), bergerak fluktuatif di kisaran 17.480 - 17.670 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Rabu (9/9) sore, bergerak menguat 121 poin atau 0,69 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.511 rupiah per dollar AS.
“Penguatan rupiah dipengaruhi arus modal masuk yang deras ke pasar obligasi pemerintah,” ujar Analis Bank Woori Saudara Rully Nova.
Tercatat, arus modal yang masuk ke pasar obligasi naik 90,5 juta dollar AS karena dipengaruhi membaiknya defisit anggaran dan penerimaan pajak, spread yield yang masih lebar dibandingkan obligasi pemerintah.
Kenaikan inflasi AS yang berlanjut dinilai membuat obligasi pemerintah AS secara umum kurang menarik.
Di samping itu, investor juga menanti data inflasi AS pada Kamis (10/9) terkait harga minyak yang masih bertahan di level tinggi.
Inflasi AS secara bulanan dan tahunan diperkirakan masing-masing 0,4 persen dan 0,2 persen dipengaruhi harga minyak.
Adapun inflasi inti tahunan diprediksi berkisar 2,4 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!