Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelaku Industri Kosmetik Tingkatkan Kualitas Produk

📅 Rabu, 28 Agu 2024, 08:50 WIB | Oleh:
Pelaku Industri Kosmetik Tingkatkan Kualitas Produk Doc: istimewa

JAKARTA - Industri kosmetik di Indonesia diperkirakan makin prospektif ke depan seiring lonjakan permintaan pasar. Karenanya, pelaku industri kosmetik terus memperkuat komitmen untuk meningkatkan kualitas dan melindungi konsumen.

Kementerian Perindustrian melihat pasar kosmetik di Indonesia saat ini berada dalam kondisi ekspansif. Total pendapatan industri kosmetik selama 2021-2024 diperkirakan naik 48 persen dari 1,31 miliar dollar AS atau sekitar 21,45 triliun rupiah pada 2021 menjadi 1,94 miliar dollar AS atau sekitar 31,77 triliun rupiah pada 2024. Pertumbuhan sektor industri kosmetik diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2028, dan diperkirakan dalam kurun waktu 2024-2028, industri kosmetik di Indonesia diramalkan tumbuh rata-rata sebesar 5,35 persen per tahun.

Presiden Direktur PT Cosmax Indonesia, Cheong Min Kyeoung melihat ketatnya persaingan di pasar kosmetik menimbulkan dinamika pasar yang makin kompleks sehingga dibutuhkan kerja sama antar pemangku kepentingan.

Karenanya, dia mendorong Asosiasi Kosmetik Kontrak Manufaktur Indonesia (AKKMI) menjaminkan kualitas yang bisa dipercayai dan melindungi konsumen dari produk berkualitas dicurigai.

"Jadi kita perlu fokus untuk meningkatkan sistem mengontrol kualitas, jaminkan memakai bahan baku aman dan terverifikasi. Memang ini tidak begitu mudah. Akan tetapi, kami, PT. Cosmax Indonesia, sebagai anggota AKKMI ini sedang berusaha untuk mengadaptasi standar kualitas global, dan kerja sama dengan beberapa institut untuk mengembangkan bahan baku berefikasi yang dibuat dari tanaman asli Indonesia," ujarnya saat peresmian AKKMI di Jakarta pada 22 Agustus lalu, seperti dalam keterangan yang diterima, Selasa (27/8).

Dia menambahkan Cosmax Indonesia sangat bangga karena hasil riset terhadap bahan baku dari tanaman Indonesia telah terpilih oleh IFSCC (International Federation of Societies of Cosmetic Chemists) untuk dipresentasi di panggung di Brasil pada Oktober mendatang.

Pada kesempatan sama, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (Deputi 2), Mohamad Kashuri mengajak AKKMI yang baru terbentuk untuk bekerja bersama. "Adanya asosiasi seperti AKKMI juga membantu pemerintah dalam upaya memastikan bahwa produk kosmetik yang beredar di pasaran berkualitas baik," ujar Kashuri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

33 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

58 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.