Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BKKBN Ingatkan Dampak Buruk Menikah Muda

📅 Selasa, 27 Agu 2024, 03:03 WIB | Oleh:

Ia juga terus berpesan agar menjaga pertumbuhan penduduk tumbuh seimbang di mana rata-rata perempuan diharapkan memiliki anak 2,1, artinya rata-rata perempuan memiliki dua anak atau lebih sedikit. "Supaya tidak melahirkan anak stunting, kualitasnya harus bagus, maka tolong jarak kehamilan juga diatur tiga tahun (setelah kehamilan sebelumnya)," paparnya.

Dokter spesialis kebidanan itu juga menyampaikan pentingnya menjaga kualitas keluarga dengan memberdayakan para perempuan. "Kami juga titip kualitas keluarga. Jangan lupa perempuan diberdayakan karena penentu keberlangsungan keluarga salah satunya adalah perempuan," tuturnya.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku, Mauliwaty Bulo, menyampaikan komitmennya terhadap pencegahan penambahan stunting akibat pernikahan dini. Pihaknya akan mendampingi remaja serta calon pengantin, pada masa kehamilan dan pada masa pascapersalinan.

"Peranan tokoh agama sangat penting dalam pembinaan dan pendampingan terhadap remaja dan calon pendamping dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga yang berkualitas," terangnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank
    Preview komentar:
    Ini sudah masuk kategori -menghalang-halangi penyampaian pendapat- atau ...
  • Kemenperin Ajak IKM Jadi Pemasok Industri Kendaraan Listrik Nasional
    Preview komentar:
    Langkah Kemenperin yang menjembatani kebutuhan OEM dengan kapasitas ...
  • Bukan Sekadar Hobi, Industri Modifikasi Otomotif jadi Bagian Ekraf, Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi
    Preview komentar:
    Langkah kolaboratif antara NMAA, IMI, dan pemerintah ini ...
DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

24 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.