Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dua Spesies Burung Pegar Liar Langka di Pakistan Terancam Punah

📅 Selasa, 27 Agu 2024, 16:40 WIB | Oleh:

Mendukung argumen tersebut, Naveed menyerukan agar pelestarian dan pemulihan habitat menjadi prioritas utama.

"Untuk melindungi dan menghidupkan kembali populasi burung pegar liar, upaya konservasi harus fokus pada pelestarian dan pemulihan habitat, memastikan lingkungan yang beragam dan alami untuk makan dan berkembang biak," katanya.

"Menerapkan praktik pertanian yang berkelanjutan, menciptakan kawasan lindung, dan menanam vegetasi asli akan mendukung habitat mereka," tambahnya.

Selain itu, ia mengatakan, kontrol ketat terhadap perburuan liar, pengelolaan populasi predator, dan pembiakan burung pegar di penangkaran untuk dilepaskan kembali ke alam liar dapat membantu meningkatkan jumlah mereka.

Kepunahan menjadi 'bencana'

Tidak ada survei rinci yang baru-baru ini dilakukan di Pakistan untuk mengetahui status populasi spesies burung pegar liar saat ini, menurut Jamshed Iqbal Choudhry, seorang pejabat di World Wide Fund for Nature, Pakistan (WWF-Pakistan).

Namun, ia mengatakan, empat spesies masih memiliki populasi yang "layak", terutama di kawasan lindung seperti Taman Nasional Ayubia di Khyber Pakhtunkhwa dan Taman Nasional Margalla Hills di Islamabad.

Sebaiknya Anda baca juga:

"Ada kebutuhan untuk melakukan survei rinci di situs-situs potensial yang diketahui dan menjelajahi area baru untuk konservasi mereka," katanya.

Mendukung pandangan tersebut, Naveed mengatakan beberapa survei telah dilakukan di beberapa area terpilih untuk spesies tertentu, tetapi dalam konteks seluruh Pakistan, "sulit untuk memperkirakan jumlah mereka saat ini."

Kepunahan burung pegar liar akan menjadi "bencana" karena mereka memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, katanya.

"Burung pegar membantu mengontrol populasi serangga, menyebarkan biji, dan menyediakan makanan bagi predator. Kehilangan mereka dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam jaring makanan, pengurangan keanekaragaman hayati, dan perubahan pertumbuhan vegetasi, yang berdampak negatif pada satwa liar dan kesehatan habitat mereka," katanya.

Sebagai bagian dari ekosistem yang lebih besar, burung pegar membantu mempertahankan stabilitas ekologis di area yang mereka huni, tambahnya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.