Ini Cara Cepat Atasi Stunting di Kaltim
📅 Senin, 26 Agu 2024, 00:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Dinkes Kaltim
Samarinda - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur Sunarto menguraikan cara cepat untuk mengatasi stunting di wilayah tersebut.
"Mengatasi stunting memang harus dimulai dari mendeteksi pemicunya. Maka hal paling dasar, kami fokus pada keluarga yang berisiko tinggi mengalami stunting," katanya di Samarinda, Minggu.
Sunarto melanjutkan bahwa cara pencegahan stunting yang efektif dimulai dari memastikan kondisi gizi dari hulu, yakni remaja putri, terutama calon pengantin.
"Remaja putri harus dipastikan tidak mengalami anemia, karena anemia pada remaja putri dapat meningkatkan risiko stunting pada anak yang akan dilahirkan," ujarnya.
Oleh karena itu, perhatian khusus diberikan pada kesehatan remaja putri agar mereka siap menghadapi kehamilan dengan kondisi tubuh yang optimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kelompok sasaran kedua dari BKKBN Kaltim dalam penekanan stunting adalah para ibu hamil. Sunarto menekankan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin sebanyak enam kali, ditambah dua kali pemeriksaan ultrasonografi (USG).
"Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan bahwa janin yang dikandung dalam kondisi sehat. Selain itu, ibu hamil juga diharapkan mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung perkembangan janin," jelasnya.
Setelah melahirkan, kata Sunarto, ibu juga harus mendapatkan perhatian khusus. BKKBN Kaltim mendorong pemberian alat kontrasepsi pasca persalinan untuk memberi kesempatan kepada ibu dalam memberikan pengasuhan yang baik dan benar, serta memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Bayi juga harus mendapatkan imunisasi dasar lengkap hingga usia lima tahun," ungkap Sunarto.
BKKBN Kaltim telah meluncurkan program Generasi Berencana (GenRe) yang melibatkan remaja dalam upaya pencegahan stunting.
Program ini mencakup pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di setiap kelurahan dan desa.
"Tujuannya adalah untuk mengedukasi remaja putri tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan pencegahan anemia," kata Sunarto.
Selain itu, BKKBN Kaltim juga memiliki program Bina Keluarga Balita (BKB) yang fokus pada keluarga yang memiliki balita. Program tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada ibu tentang pengasuhan yang baik dan benar.
"Kami juga memiliki kelas ibu hamil yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memastikan ibu hamil mendapatkan informasi dan dukungan yang diperlukan," tambahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!