Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Universitas Bengkulu Inisiasi Bangun Desa Wisata Konservasi Penyu

📅 Kamis, 22 Agu 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Universitas Bengkulu Inisiasi Bangun Desa Wisata Konservasi Penyu Doc: ANTARA/Boyke Ledy Watra
Ket. Kelompok Pelestari Penyu Alun Utara Desa Pekik Nyaring, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu, bersama civitas akademika Universitas Bengkulu melepaskan penyu hasil penangkaran kembali ke habitatnya di perairan barat Sumatera, di Bengkulu.

Bengkulu - Universitas Bengkulu berencana menginisiasi Desa Pekik Nyaring, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu dibangun menjadi desa binaan konservasi penyu.

"Kami berharap ke depan menjadi desa binaan Universitas Bengkulu untuk desa wisata konservasi penyu. Ini sudah kami sampaikan sama pimpinan," kata Ketua Tim Program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Riset LPPM Universitas Bengkulu untuk konservasi penyu Dr Yar Johan, di Bengkulu, Rabu.

Sebenarnya, kata Yar Johan, Kelompok Pelestari Penyu Alun Utara di Desa Pekik Nyaring sudah lama menjadi tempat penelitian, pengabdian masyarakat dan praktik kerja lapangannya dari para mahasiswa Universitas Bengkulu.

Kemudian, lokasi tersebut tidak jauh dari Kampus Universitas Bengkulu, menurut dia, jaraknya hanya sekitar beberapa kilometer saja sehingga memudahkan kampus berperanuntukmeningkatkan kualitas dari desa baik dari sisi konservasi yang dikembangkan maupun sisi wisatanya.

Hal lain yang menjadi daya tarik ketika dikembangkan menjadi desa wisata konservasi, ujar Yar Johan, yaitu Provinsi Bengkulu yang memiliki 6 dari 8 jenis penyu.

"Jadi, tamu kampus, wisatawan, pengunjung bisa menyaksikan langsung bagaimana penangkaran penyu yang merupakan satwa langka dilindungi, bisa ikut kegiatan penangkaran maupun pelepasan penyu kembali ke laut, ini menjadi daya tarik wisata," kata dia lagi.

Ketika dikembangkan menjadi desa wisata, kata dia, pengunjung akan meningkat, yang artinya kesempatan untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya kesadaran konservasi terhadap satwa yang terancam punah tersebut juga semakin meningkat.

"Nantinya pelestari penyu di sini bisa menawarkan keluarga adopsi penyu, mereka bisa mengadopsi penyu mulai dari upaya pengumpulan telur, penangkaran dan pembesaran, dan kemudian keluarga adopsi ini nantinya bisa terlibat merasakan melepaskan langsung penyu adopsi mereka kembali ke laut," kata Yar Johan.

Guru besar lingkungan Universitas Bengkulu Prof Agustin Zarkanimenyatakan wisata konservasi bisa menjadi nilai jual dan karakter wisata khas dari provinsi berjuluk Bumi Rafflesia itu ke depannya.

"Ini bisa dijadikan branding Bengkulu, Bengkulu itu wisata budaya dan juga wisata konservasi (melihat potensi konservasi Bengkulu yang begitu besar)," kata dia pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

32 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

37 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.