Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD Kabupaten Sukabumi Tetapkan Status Siaga Kekeringan

📅 Rabu, 21 Agu 2024, 00:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Kabupaten Sukabumi Tetapkan Status Siaga Kekeringan Doc: ANTARA/Ampelsa
Ket. Ilustrasi - Petani mengamati tanaman padi berumur sekitar dua bulan yang mengalami kekeringan akibat kemarau (12/7/2024).

Sukabumi - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi tetapkan status siaga kekeringan seiring dengan musim kemarau yang terjadi sejak pertengahan Agustus 2024 yang bisa berdampak kepada kesulitan air bersih, gagal panen dan lainnya.

"Beberapa camat pun telah menyampaikan pemberitahuan kesiapsiagaan menghadapi bencana kekeringan ini kepada masyarakat khususnya kecamatan-kecamatan yang rawan terdampak bencana tersebut," kata Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi Deden Sumpena di Sukabumi, Selasa.

Menurut Deden, Kabupaten Sukabumi sudah masuk siaga kekeringan sehingga pihaknya melakukan koordinasi dengan dengan para camat. Ada beberapa daerah di wilayah selatan dan utara sudah menyampaikan pemberitahuan dampak kekeringan dari masing-masing camat.

Kecamatan yang telah menyampaikan dampak kekeringan diantaranya Kecamatan Ciracap di wilayah selatan dan Kecamatan Cicurug di wilayah utara. Kekeringan akibat dampak kemarau sering terjadi setiap tahun sehingga pemerintah sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi seperti pembuatan sumur bor.

Apabila tidak ada sumur bor, maka dilakukan penyaluran air bersih dengan menggandeng lembaga lainnya seperti PDAM, PMI Kabupaten Sukabumi maupun perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK).

"Musim kemarau setiap tahun selalu ada, sehingga dari pengalaman-pengalaman yang lalu sudah harus diprediksi dan diantisipasi seperti apa penanggulangan agar dampaknya bisa diminimalisasi," tambahnya.

Deden mengatakan siaga kekeringan ini berdasarkan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang dilakukan pemerintah pusat yang melibatkan BMKG serta unsur-unsur lainnya. Adapun kemarau sudah terjadi sejak pertengahan Agustus 2024 dan diperkirakan akan terjadi hingga Oktober 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.