Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Balai Bahasa Lakukan Upaya Cegah Kepunahan Bahasa Daerah

📅 Rabu, 21 Agu 2024, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Balai Bahasa Lakukan Upaya Cegah Kepunahan Bahasa Daerah Doc: ANTARA/Nancy L Tigauw
Ket. Kepala Balai Bahasa Sulut Januar Pribadi.

Manado - Balai Bahasa melakukan berbagai upaya untuk mencegah kepunahan bahasa daerah di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

"Kami telah melakukan berbagai kegiatan dan perlombaan bagi siswa SD, SMP dan SMA menggunakan bahasa daerah agar tidak punah," kata Kepala Balai Bahasa Sulut Januar Pribadi di Manado, Selasa.

Januar mengatakan pihaknya melakukan lomba baca puisi, loma pidato, lomba cerita pendek, dongeng untuk para siswa dengan menggunakan bahasa daerah.

Dia mengatakan karena trigatra bangun bahasa adalah utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing, sehingga pelestarian bahasa daerah sangatlah penting untuk dilakukan.

Ia menjelaskan di Sulut ada empat bahasa daerah yang terancam punah, yaitu Bahasa Ponosakan, Tonsawang, Tonsea, dan Totemboan.

"Dari empat bahasa daerah di Sulut yang terancam punah, Ponosakan sangat rentan punah," katanya.

Faktor penyebab utama ancaman kepunahan bahasa, katanya, karena penutur yang semakin berkurang.

Selain itu, adanya keengganan generasi sekarang atau generasi muda berbahasa daerah.

"Orangtua juga cenderung tidak mewariskan bahasa daerah ke anaknya, karena tidak dibiasakan di lingkungan keluarga," ujar Januar.

Kemudian, adanya anggapan di antara generasi muda bahwa bahasa daerah kesannya kuno dan tidak penting.

Menurut Januar, pihaknya memberi perhatian khusus untuk dialek Ponosakan yang paling rentan punah.

"Di Minahasa Tenggara, lokasi bahasa ini digunakan, penuturnya sudah semakin sedikit, jika tidak ada upaya revitalisasi, Bahasa Ponosakan bisa punah," katanya.

Karena itu, Balai Bahasa melakukan revitalisasi bahasa daerah di Minahasa Tenggara, Minut, Minsel dan Minahasa.

Empat daerah itu merupakan tempat di mana Bahasa Ponosakan, Tonsawang, Tonsea, dan Totembuan digunakan.

Program revitalisasi yang dimulai tahun ini terdiri atas membuat modul belajar dan melatih para guru. "Khusus di Mitra, kita membuat Kamus Bahasa Ponosakan," jelasnya.

Sulawesi Utara memiliki 10 bahasa daerah, yakni dialek Melayu Manado, Mongondow, Bantik, Sangihe, Tonsea, Tonsawang, Toutemboan, Pasan, Ponosakan, dan Gorontalo.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.