Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Psikolog: Orangtua Berperan Penting dalam Edukasi Pencegahan Bullying Anak

📅 Selasa, 20 Agu 2024, 09:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Psikolog: Orangtua Berperan Penting dalam Edukasi Pencegahan Bullying Anak Doc: ANTARA/Harviyan Perdana Putra
Ket. Seorang siswa menempelkan telapak tangan pada papan deklarasi anti-perundungan di SDN Proyonanggan 03, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Selasa (23/7/2024).

JAKARTA - Dosen psikologi dari Universitas Negeri Jakarta Dewinta Ariani mengemukakan bahwa orang tua berperan penting dalam upaya edukasi pencegahan perundungan pada anak, termasuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan konsekuensi tindakan merundung kepada anak.

"Ini bisa dilakukan dengan cara memberikan edukasi tentang nilai-nilai kebaikan, saling menghargai orang lain, dan konsekuensi dari perilaku bullying (perundungan)," kata Dewinta ketika diwawancarai melalui layanan pesan pada Senin (19/8).

"Orang tua juga bisa memberikan contoh nyata dari keberanian dalam menolak tindakan yang salah serta memberikan dukungan jika anak menghadapi situasi sulit," kata psikolog klinis anak lulusan Universitas Padjadjaran itu.

Dewintamengatakan bahwa orang tuabisa mencontohkan cara yang baik untuk menghadapi dan melaporkan tindakan perundungan tanpa merasa takut.

Menurut dia, melatih anak berbicara dan menyampaikan informasi secara jelas penting pula untuk memudahkan anak meminta bantuan kepada orang dewasa saat melihat atau menghadapi perundungan.

Selain itu, ia mengatakan, orang tua perlu memberikan dukungan kepada anak secara emosional agar anak merasa aman dan bisa menolak tindakan yang salah dengan keyakinan.

Dewinta mengatakan bahwa para guru dapat memperkuat empati anak dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang memerlukan kerja sama dan dialog serta mengajarkan anak menghargai perbedaan di sekolah.

"Orang tua dan guru harus bekerja bersama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan emosional anak, sehingga anak tumbuh menjadi pribadi yang empatik dan menghargai orang lain," katanya.

"Melalui pembiasaan dan dialog, anak-anak dapat belajar untuk lebih peka terhadap perasaan orang lain dan menghindari perilaku bullying," ia menambahkan.

Ia mengatakan bahwa sekolah bisa menambahkan program pendidikan karakter yang fokus pada pengembangan empati, toleransi, dan kerja sama antar-siswa.

Menurut dia, program pendidikan karakter semacam ini dapat dipadukan dengan kegiatan pembelajaran,ekstrakurikuler, dan proyek sosial yang melibatkan siswa.

Selain itu, ia melanjutkan, pelatihan manajemen emosi, cara komunikasi yang baik, dan penyelesaian konflik dapat dilakukan untuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah.

"Program anti-bullying yang jelas dan tegas juga perlu diimplementasikan, dengan pelatihan untuk guru dan siswa tentang cara mengenali dan menangani bullying," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Olahraga
Ganda Campuran Indonesia Ra...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.