Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kepala BNN Sebut Narasi dan Konten P4GN yang Menarik Sangat Mempengaruhi Generasi Muda

📅 Sabtu, 17 Agu 2024, 03:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kepala BNN Sebut Narasi dan Konten P4GN yang Menarik Sangat Mempengaruhi Generasi Muda Doc: ANTARA/HO-BNN RI
Ket. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol. Marthinus Hukom dalam acara pembahasan strategi pengelolaan media sosial di Jakarta, Rabu (14/8/2024).

Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI Komjen Pol. Marthinus Hukom mengatakan narasi dan konten tentang Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang dikemas secara menarik sangat berpengaruh terhadap informasi dan pesan yang disampaikan kepada generasi muda.

"Oleh karena itu, karakter generasi muda harus dipahami ketika berada di ruang media sosial serta dapat memanfaatkan konten yang sedang digandrungi saat ini," ujar Marthinus dalam acara strategi pengelolaan media sosial di Jakarta, Rabu (14/6), seperti dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Jumat.

Ia menyebutkan optimalisasi pemanfaatan media sosial merupakan salah satu bentuk adaptasi instansi pemerintah dalam menghadapi era digital yang telah mengubah cara masyarakat dalam berkomunikasi dan mengakses informasi.


BNN, melalui fungsi humas, mempunyai peran besar dalam mengelola isu serta informasi terkait program kerja yang dilakukan BNN dalam upaya P4GN agar mendapat dukungan dari masyarakat.

Kendati demikian, penulis dan pegiat media sosial, Eko Kuntadhi mengatakan Humas BNN memerlukan kerja sama dengan media massa dan pemengaruh (influencer) dalam pembuatan sebuah konten.

Selain itu, ia menambahkan, petugas humas juga harus memahami dan terus belajar mengenai karakteristik media sosial agar konten yang dibuat menjadi perhatian dan pesannya sampai kepada para pengikut (followers).

Dia mengungkapkan beberapa strategi yang dapat dilakukan dalam mengemas narasi maupun konten, di antaranya dengan membuat judul dan ringkasan yang menarik perhatian, memanfaatkan tagar, mengenal karakteristik pengikut media sosial, kolaborasi dengan pemengaruh, serta memilih waktu yang tepat saat mengunggah konten.

"Pembuatan konten yang menarik dan edukatif menjadi bagian penting pada suatu instansi pemerintah agar literasi terkait bahaya narkotika dapat tersampaikan secara jelas dan merata ke seluruh lapisan masyarakat," ungkap Eko dalam kesempatan yang sama.

Selain Eko, hadir pula Cak Islah Bahrawi yang juga merupakan penulis dan pegiat media sosial dalam acara yang digelar di Gedung BNN RI tersebut untuk membagikan strategi pengelolaan media sosial kepada pelaksana kehumasan jajaran BNN Provinsi dan BNN Kabupaten/Kota.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.