Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Peringatkan Perang di Iran yang Berkepanjangan Dapat Memicu Kelaparan Global yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

📅 Kamis, 19 Mar 2026, 15:00 WIB | Oleh:
PBB Peringatkan Perang di Iran yang Berkepanjangan Dapat Memicu Kelaparan Global yang Belum Pernah Terjadi Sebelumnya Doc: Bloomberg
Ket. PBB memperingatkan sebanyak 45 juta orang lagi dapat menghadapi kelaparan akut jika konflik di Iran tidak mereda

JAKARTA - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan sebanyak 45 juta orang lagi dapat menghadapi kelaparan akut jika konflik di Iran tidak mereda pada pertengahan tahun, sehingga jumlah totalnya mencapai rekor tertinggi.

Hampir tertutupnya Selat Hormuz yang sangat penting dan meningkatnya risiko terhadap lalu lintas di Laut Merah telah meningkatkan biaya energi, bahan bakar, dan pupuk, memperdalam kelaparan di luar Timur Tengah, kata Program Pangan Dunia PBB (WFP) dalam sebuah pernyataan, Selasa (17/3), yang dikutip dari Bloomberg.

Hal itu dapat mendorong jumlah orang yang mengalami kerawanan pangan akut menjadi 363 juta, melampaui tingkat kelaparan yang terjadi setelah invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, tambahnya.

“Jika konflik ini berlanjut, akan menimbulkan guncangan di seluruh dunia dan keluarga yang sudah tidak mampu membeli makanan berikutnya akan terkena dampak paling parah,” kata wakil direktur eksekutif dan kepala petugas operasional WFP, Carl Skau.

WFP menyatakan bahwa pasar energi dan pangan sangat terkait erat, dan gangguan terhadap lalu lintas maritim di Teluk berdampak luas hingga mempengaruhi kelompok yang paling rentan di negara-negara seperti Sudan dan Somalia, di mana harga komoditas penting telah melonjak.

Negara-negara di Afrika sub-Sahara dan Asia, yang sangat bergantung pada impor pangan dan bahan bakar, paling rentan terhadap dampak buruk dari konflik tersebut, kata WFP. Proyeksi menunjukkan bahwa jumlah orang yang mengalami kerawanan pangan di wilayah tersebut diperkirakan akan meningkat sekitar seperlima, tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

Gersi Anak
Gersi Anak
05 Apr 2026, 21:20 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Gersi Anak
Gersi Anak
05 Apr 2026, 21:20 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Gersi Anak
Gersi Anak
05 Apr 2026, 21:20 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.