Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Film Samsara Karya Garin Nugroho 'Pulang Kampung'

📅 Sabtu, 17 Agu 2024, 10:40 WIB | Oleh:
Film Samsara Karya Garin Nugroho 'Pulang Kampung' Doc: Koran Jakarta/Haryo Brono
Ket. Pertunjukkan film Samsara pada hari ke-11 penyelenggaraan Mega Festival Indonesia Bertutur (Intur) 2024 yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, di Peninsula Island, kawasan Nusa Dua, Badung Bali pada hari Jumat (16/8).

BADUNG - Pada hari ke-11 penyelenggaraan Mega Festival Indonesia Bertutur (Intur) 2024 yang diadakan di Bali, panitia menghadirkan penayangan film "Samsara" karya Garin Nugroho. Ditayangkan di panggung terbuka Peninsula Island, kawasan Nusa Dua, di Kabupaten Badung, Bali mendapat sambutan meriah oleh para pengunjung baik masyarakat Indonesia maupun wisatawan asing.

Film "Samsara" merupakan karya terbaru dari sutradara Garin Nugroho yang telah dipertunjukkan perdana di Esplanade Concert Hall, Singapura, pada 10 Mei 2024. Pemutaran film hitam putih tanpa dialog alias film bisu seolah pulang kembali ke kampung halamannya Bali.

"Samsara" mengambil latar (setting) di Bali di tahun 1930-an sehingga, bercerita tentang seorang pria dari keluarga miskin yang ditolak lamarannya oleh orang tua kaya dari perempuan yang dicintainya. Dia melakukan perjanjian gaib dengan Raja Monyet dan melakukan ritual gelap untuk mendapatkan kekayaan. Namun, dalam prosesnya, ritual ini justru mengutuk istri yang didapat secara mistis hingga anak keduanya menderita.

Menurut Garin sang sutradara tahun 1930-an merupakan era dimulainya pariwisata di Bali. Ketika itu budaya mistis masih sangat kuat di pulau dewata ini, dan bahkan sampai sekarang hal itu masih bisa dijumpai.

"Tahun 1930-an menjadi era yang sangat luar biasa bagi Bali, era turisme pertama dimulai dengan perpaduan kebudayaan yang masih sangat mencolok," kata di tempat tersebut pada hari Jumat (16/8).

Mistisme Bali pada era tersebut diangkat dalam bentuk film kata Garin karena hal ini disukai banyak orang. Bahkan hal itu juga masih sering dialami oleh mereka yang tinggal di Bali sampai sekarang, ujarnya tentang film yang dibintangi aktor Ario Bayu dan Juliet Widyasari Burnet penari keturunan Indonesia-Australia.

"Mistis hidup dalam bentuk seni, mistisme membawa dunia paling dasar manusia. Era mistis itu sampai sekarang pun masih eksis," ujar

Dalam penayangannya, Samsara menampilkan banyak elemen pertunjukan tradisional Bali seperti orkestra gamelan, tari tradisional, topeng, dan wayang. Unsur ini dipadukan dengan musik elektronik digital serta tari dan topeng kontemporer.

Pada Samsara menyajikan pengalaman sinematik yang berani dan mengesankan, serta dengan apik menyatukan bentuk seni, nuansa, dan tradisi Indonesia masa lalu dan kontemporer. Hal ini berkat dukungan pada seniman dan penari ternama Bali, seperti Gus Bang Sada, Siko Setyanto, Maestro tari I Ketut Arini, Cok Sawitri, dan Aryani Willems, dan para penari seperti Komunitas Bumi Bajra.

Tokoh utama pria dalam Samsara Ario Bayu mengatakan, berbeda dengan film lain yang dilakoninya, film Samsara ia tidak perlu menghafal dialog. Namun hal ini justeru menawarkan tantangan atau kesulitan tersendiri karena ia harus berekspresi melalui gerakan tubuh.

Tantangan dalam film ini tidak ada dialog. Oleh karenanya saya harus mengeksplorasi gerakan tubuh saya sesuai dengan cerita," ucapnya.

Direktur Perfilman, Musik dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra, mengatakan istilah samsara adalah sebuah keadaan tumimbal lahir atau kelahiran kembali yang berulang-ulang tanpa henti. Ia berharap kelahiran itu bermula dari keadaan yang kurang baik menjadi lebih baik dan terus lebih baik.

"Ini sangat cocok sekali dengan situasi yang di Bali kita saat ini. Jadi kita perlu melihat ini lebih luas ya, makrokosmos itu saja bahwa samsara ini kita butuhkan untuk hari esok yang lebih baik gitu," ujarnya sebelum penayangan film tersebut dimulai.

Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek, mendukung penuh film tersebut, juga ketika melakukan penayangan perdana di Singapura. Sebagai bentuk dukungan ia hadir di negara tersebut dan saat ini hadir juga dalam penayangan di Bali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

12 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.