Dari Sunda ke Sahul, Perjalanan Epik Manusia Purba dan Temuan Penting di Tanimbar
📅 Sabtu, 17 Agu 2024, 15:13 WIB | Oleh: Tim PenulisInvertebrata pesisir seperti kerang, kepiting, dan bulu babi relatif lebih mudah dikumpulkan dan dapat menjadi pilihan makanan ketika perburuan ikan atau makropod tidak berhasil. Menariknya, saat ini tidak diketahui ada makropod di Kepulauan Tanimbar. Kemungkinan mereka telah punah secara lokal beberapa saat sebelum orang Eropa datang melakukan eksplorasi di Maluku pada masa kolonial.
Kolonisasi Sahul bukanlah peristiwa tunggal, melainkan proses bertahap melalui beberapa gelombang migrasi yang berangsur-angsur. Komunitas manusia awal kemungkinan besar bermigrasi menyusuri garis pantai, memanfaatkan sumber daya laut untuk konsumsi dan teknologi, dan mendirikan pemukiman sepanjang perjalanan mereka. Strategi lompatan pulau ini memfasilitasi pertukaran budaya dan adaptasi, membentuk masyarakat yang beragam di Sahul.
Namun, asal usul manusia pertama penghuni Elivavan ini masih belum dapat dipastikan. Mereka bisa saja datang dari pulau-pulau terdekat seperti Timor atau mungkin melalui migrasi balik dari New Guinea ke pulau-pulau Wallacea.
Terlepas dari mana mereka datang, mereka harus mengarungi lebih dari 100 km perjalanan laut untuk dapat sampai ke Tanimbar. Ini menunjukkan kemajuan teknologi maritim mereka bahkan sejak 42.000 tahun yang lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Banyaknya penelitian yang terus berkembang di wilayah yang kurang dieksplorasi seperti Kepulauan Tanimbar dan sekitarnya berpeluang mengungkap lebih banyak misteri kehidupan manusia purba dan pola migrasi mereka. Kekayaan arkeologi Wallacea terus memberikan wawasan baru tentang masa lalu kita, mengungkap ketahanan dan kecerdikan nenek moyang kita yang menavigasi laut dan mendirikan pemukiman di pesisir maupun di pedalaman selama puluhan ribu tahun.![]()
Hendri A. F. Kaharudin, PhD Student & Research Assistant, Australian National University dan Sue O'Connor, Distinguished Professor, School of Culture, History & Language, Australian National University
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!