Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Setelah Swedia, WHO Peringatkan akan Muncul Lebih Banyak Kasus Mpox di Eropa

📅 Jumat, 16 Agu 2024, 11:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Setelah Swedia, WHO Peringatkan akan Muncul Lebih Banyak Kasus Mpox di Eropa Doc: AFP
Ket. Ahli epidemiologi negara Swedia Magnus Gisslén, Olivia Wigzell, pelaksana tugas direktur jenderal Badan Kesehatan Masyarakat, dan Menteri Sosial dan Kesehatan Masyarakat Swedia Jakob Forssmed menghadiri konferensi pers mengenai situasi terkait infeksi virus mpox, di Stockholm.

KOPENHAGEN - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Kamis (15/8)memperingatkan kemungkinan adanya kasus impor lebih lanjut dari jenis mpox baru yang lebih berbahaya di Eropa, setelah Swedia mengumumkan infeksi pertama di luar Afrika dalam wabah yang telah menewaskan ratusan orang di Republik Demokratik Kongo.

Kasus yang tercatat menginfeksi seorang pelancong di Swedia diumumkan sehari setelah WHO menyatakan lonjakan mpox di Afrika sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional -- tanda peringatan tertinggi yang dapat dibunyikan.

Badan kesehatan PBB prihatin dengan meningkatnya kasus dan kematian di Republik Demokratik Kongo, serta penyebaran ke Burundi, Kenya, Rwanda, dan Uganda.

Badan Kesehatan Masyarakat Swedia mengatakan kepada AFP pada hari Kamis, mereka telah mendaftarkan kasus subklade Clade 1b -- jenis virus baru yang sama yang telah melonjak di Kongo sejak September 2023.

"Seseorang yang mencari perawatan" di Stockholm "telah didiagnosis menderita mpox yang disebabkan oleh varian klade 1. Ini adalah kasus pertama yang disebabkan oleh klade I yang didiagnosis di luar benua Afrika," kata WHO dalam pernyataan terpisah.

Orang tersebut terinfeksi saat berkunjung ke "bagian Afrika di mana terjadi wabah besar mpox Clade 1", kata epidemiolog negara bagian Magnus Gisslen dalam pernyataan tersebut.

Badan tersebut menambahkan: "Fakta bahwa pasien mpox dirawat di negara tersebut tidak memengaruhi risiko terhadap masyarakat umum, suatu risiko yang saat ini dianggap sangat rendah oleh Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa (ECDC)."

Kantor regional WHO Eropa di Kopenhagen mengatakan pihaknya sedang berdiskusi dengan Swedia cara terbaik untuk menangani kasus yang baru terdeteksi tersebut.

"Konfirmasi mpox Clade 1 di Swedia merupakan gambaran jelas tentang keterkaitan dunia kita," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Kemungkinan akan ada kasus impor Clade 1 lebih lanjut di kawasan Eropa selama beberapa hari dan minggu mendatang, dan sangat penting bagi kita untuk tidak menstigmatisasi pelancong atau negara/kawasan."

"Pembatasan perjalanan dan penutupan perbatasan tidak berhasil dan harus dihindari," tambahnya.

548 Kematian di RD Kongo

Wabah ini berpusat di RD Kongo.

Menteri Kesehatan Samuel-Roger Kamba mengatakan dalam pesan video bahwa negara itu "telah mencatat 15.664 kasus potensial dan 548 kematian sejak awal tahun", dengan seluruh 26 provinsi terkena dampak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
  • Jangan Main-main! Kawasan Industri Diminta Tuntaskan Seluruh Izin
    Langkah proaktif pemerintah pusat dan daerah dalam menata ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Ford Dekat dengan Tiongkok,...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.