Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang Cabut Peringatan Gempa

📅 Jumat, 16 Agu 2024, 02:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jepang Cabut  Peringatan Gempa Doc: AFP/JIJI Press
Ket. Cabut Peringatan | Pesepeda melintas di area puing bangunan yang hancur akibat kebakaran di Asaichi Dori, Kota Wajima, Prefektur Ishikawa, Jepang, pada 1 Februari lalu atau sebulan setelah gempa dahsyat mengguncang wilayah Noto di Prefektur Ishikawa. Pada Kamis (15/8), pemerintah Jepang mencabut peringatan gempa dahsyat yang berpotensi menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa menyusul terjadinya gempa 7.1 skala Richter  sepekan sebelumnya.

TOKYO - Jepang pada Kamis (15/8) mencabut peringatan yang sudah berlangsung selama sepekan bahwa gempa dahsyat yang berpotensi menyebabkan kerusakan besar dan korban jiwa dapat terjadi.

Kewaspadaan bahwa bencana semacam itu mungkin menimpa negara berpenduduk 125 juta jiwa ini mendorong ribuan orang Jepang membatalkan liburan dan memborong barang-barang kebutuhan pokok sehingga mengosongkan rak-rak di beberapa toko.

"Karena tidak ada kelainan yang terdeteksi pada aktivitas seismik dan deformasi kerak Bumi, peringatan perhatian khusus berakhir pada pukul 17.00," kata Menteri Penanggulangan Bencana, Yoshifumi Matsumura, kepada wartawan. "Tetapi hal ini tidak berarti risiko (gempa bumi dahsyat) telah hilang. Kami telah meminta tindakan pencegahan khusus. Namun kami tidak akan lagi meminta langkah-langkah tersebut dan masyarakat Jepang bebas untuk kembali ke gaya hidup normal," imbuh Matsumura.

Kamis lalu, badan cuaca Jepang mengatakan kemungkinan terjadinya gempa besar lebih tinggi dari biasanya setelah guncangan berkekuatan 7,1 skala Richter pada hari sebelumnya.

Gempa tersebut merupakan jenis gempa tertentu yang disebut gempamegathrustsubduksi, yang di masa lalu terjadi secara bersamaan dan dapat menimbulkan tsunami besar.

Peringatan tersebut berkaitan dengan Palung Nankai di antara dua lempeng tektonik di Samudra Pasifik. Palung bawah laut sepanjang 800 kilometer ini membentang sejajar dengan pesisir Pasifik Jepang termasuk di luar wilayah Tokyo, wilayah perkotaan terbesar di dunia dan rumah bagi sekitar 40 juta orang.

Pada tahun 1707, semua bagian Palung Nankai pecah secara bersamaan, menimbulkan gempa bumi yang masih menjadi gempa terkuat kedua di negara ini. Gempa tersebut, yang juga memicu letusan terakhir Gunung Fuji, diikuti oleh duamegathrustNankai yang kuat pada tahun 1854, dan kemudian gempa pada tahun 1944 dan 1946. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Ekonomi
Memanen Lebih Cepat demi Me...
Luar Negeri
Gelombang El Nino Seret 49 ...

Wabah Diare Akut Kini Kepung 47 Negara Bagian AS

37 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Wabah Diare Akut Kini Kepun...
Luar Negeri
Hiroshima Desak Negara-nega...
Gempar! 995 Pucuk Senjata Api Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, Ini Kronologi!

Gempar! 995 Pucuk Senjata Api Ditemukan di Sekolah Swasta Jaksel, Ini Kronologi!

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.