Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hutan Mangrove Tongke-Tongke, Pesona Benteng Alami di Pesisir Sinjai

📅 Jumat, 16 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Hutan Mangrove Tongke-Tongke,  Pesona Benteng Alami di Pesisir Sinjai Doc: ANTARA/Arnas Padda

Dahulu tingkat abrasi di Desa Tongke-Tongke mencapai 15 meter per tahun. Kesadaran warga akan fungsi mangrove dalam beberapa tahun terakhir mampu menciptakan hutan luas dan rapat yang berfungsi sebagai benteng alami yang mampu menyelamatkan pesisirnya dari terjangan tsunami.

Masyarakat Desa Tongke-Tongke sekarang begitu menyadari arti keberadaan hutan mangrove bagi kehidupan mereka. Bukan hanya bermanfaat secara ekonomi dan ekologi, namun juga menyelamatkan mereka dari gelombang tsunami yang datang dari Teluk Bone.

Pada 12 Desember 1992 gelombang tsunami akibat gempa di Pulau Flores berhasil dicegah oleh hutan bakau Tongke-Tongke. Oleh karenanya, bencana tersebut tidak terlalu berdampak pada masyarakat karena sebagian rumah warga sudah terlindung oleh hutan bakau.

Gelombang tsunami dari Pulau Flores yang dipicu oleh gempa dengan Magnitudo 7,4 itu bukan main-main. Gelombangnya dahsyat itu menewaskan 1.895 jiwa di wilayah-wilayah yang mengalami terjangannya.

Pada 2016, mangrove kembali menyelamat warga Desa Tongke-Tongke dari amukan banjir bandang di Kabupaten Sinjai. Bencana alam itu sendiri telah menelan korban hingga mencapai lebih kurang 100 jiwa, namun warga Desa Tongke-tongke dan sekitarnya relatif aman dan terlindungi.

Pada hari biasa, keberadaan Hutan Mangrove Tongke-Tongke mencegah pemukiman penduduk di tepi pantai mengalami banjir dan hantaman ombak dari laut Teluk Bone yang ganas. Hingga kini hutan ini semakin luas karena masyarakat terus melakukan penanaman karena merasakan manfaatnya.

Hutan Mangrove Tongke-Tongke yang berada di Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan ini memiliki luas 173,5 hektare. Selain disebut hutan mangrove paling luas, vegetasinya sangat rapat sehingga sering disebut hutan mangrove terluas dan terapat di Indonesia.

Kini karena daya tariknya itu, Hutan Mangrove Tongke-Tongke menjadi salah satu ekowisata nasional Indonesia. Hutan Mangrove Tongke-Tongke juga menjadi kawasan konservasi, tempat penelitian dan tempat rekreasi.

Kesadaran akan pentingnya hutan mangrove tidak datang begitu saja. Pada tahun 1955-an terjadi abrasi dengan kecepatan kurang lebih 15 meter per tahun diBumi Panrita Kitta, sebutan untuk Sinjai yang artinya tanah para ulama. Keadaan ini mengancam perkampungan serta seluruh tambak di sepanjang pantai Tongke-Tongke.

Saat itu antara 1955-1959, di wilayah ini sedang terjadi pemberontakan DI/TII yang dipimpin Bang Jumali. Selama kurang lebih empat tahun masyarakat diintimidasi dan rumah penduduk banyak yang dibakar hingga sebagian masyarakat mengungsi ke daerah yang lebih aman.

Pada tahun 1960-1962 kondisi keamanan mulai membaik. Sebagian masyarakat kembali ke Tongke-Tongke untuk menata kampungnya setelah keamanan dianggap benar-benar pulih. Saat itu pemerintah membagi Tongke-Tongke menjadi dua dusun yakni Dusun Tongke-Tongke dan Dusun Maroanging.

Tahun 1970, kondisi gelombang pasang air di pesisir Desa Tongke-Tongke semakin tinggi hingga mencapai 30-40 sentimeter, bahkan sampai di kolom rumah penduduk. Pada tahun 1980-an, abrasi pantai sangat luar biasa mengakibatkan rumah penduduk banyak yang terancam bahkan ada beberapa rumah yang harus dipindahkan untuk menghindari bencana.

Karena kondisi pemukiman yang setiap tahunnya terancam abrasi maka muncul ide dari kepala lingkungan yang saat itu dijabat oleh almarhum H Badaruddin bersama dengan beberapa tokoh masyarakat untuk melakukan penyelamatan pantai dengan cara mengumpul batu karang untuk dijadikan sebagai tanggul (talut).

Batu karang tersebut diambil dari desa tetangga di sekitar Pulau Sembilan yang pengambilan batu karangnya di lakukan sepekan sekali usai salat Jumat. Pengambilan batu karang tersebut dilakukan dengan penuh semangat demi menyelamatkan lingkungan mereka dari ancaman abrasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.