Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cuaca Panas Menyengat Memperparah Krisis Perumahan bagi Lansia di Hong Kong

📅 Kamis, 15 Agu 2024, 10:56 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sensus Hong Kong tahun 2021 menemukan bahwa dari populasi 7,5 juta jiwa, 215.700 orang tinggal di ruang "kotak sepatu" -- hampir satu dari 50 orang.

Kaum lanjut usia merupakan kelompok yang paling cepat berkembang di antara mereka, dengan peningkatan lebih dari 4.300 orang sejak tahun 2016. Hal itu mencerminkan perkiraan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahwa Hong Kong akan menjadi kota dengan populasi tertua di dunia pada tahun 2050.

Yeung mencoba meningkatkan kondisi kehidupan keluarga yang ditanganinya dengan menunjukkan mereka cara meningkatkan sirkulasi udara atau mengatur suhu.

Ia mengatakan indeks yang mengukur faktor-faktor seperti suhu, kelembaban dan kualitas udara semuanya di bawah standar internasional.

"Artinya, kesehatan mereka sangat terganggu... selain dampak fisik, lingkungan tempat tinggal seperti itu juga akan memengaruhi emosi," katanya.

Sebuah studi tahun 2020 oleh Universitas Tiongkok di Hong Kong menemukan bahwa lima "malam panas" berturut-turut -- didefinisikan sebagai saat suhu meningkat di atas 28C (82F) -- akan meningkatkan risiko kematian hingga 6,66 persen.

Satuan tugas pemerintah yang menangani masalah perumahan ini diperkirakan bulan ini mengumumkan standar hidup minimum dan langkah-langkah untuk memberantas unit-unit di bawah standar.

Bencana Iklim

Lam Chiu-ying, mantan kepala observatorium cuaca Hong Kong dan anggota dewan Palang Merah, memeriksa unit Chun untuk mencari kamar kosong.

Dia akhirnya menemukan lemari kosong di atas pintu masuk yang bisa menampung kipas angin lainnya.

Lam, seorang pencinta lingkungan yang bersemangat dan terkenal karena mengatakan dia tidak akan pernah menggunakan AC, telah mengunjungi beberapa keluarga untuk memberikan nasihat.

"Perubahan iklim secara bertahap berubah menjadi bencana iklim," katanya kepada AFP.

"Namun, kita tidak bisa menyerah begitu saja... apa yang saya lakukan adalah berusaha sebaik mungkin sebelum kematian umat manusia, berharap orang-orang akan terbangun dan mungkin saat itu, tiba-tiba, kita akan memiliki harapan."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.