Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mantan PM Bangladesh Disebut Tersangka Dalam Insiden Penembakan Polisi

📅 Rabu, 14 Agu 2024, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mantan PM Bangladesh Disebut Tersangka Dalam Insiden Penembakan Polisi Doc: Antara/HO-Anadolu/www.aa.com.tr
Ket. Mantan PM Bangladesh Sheikh Hasina.

Dhaka - Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasinadisebut sebagai tersangka dalam gugatan kasus pembunuhan yang diajukan pada Selasa, terkait dengan pembunuhan seorang pemilik toko kelontong dalam insiden penembakan polisi pada 19 Juli.

Ini adalah kasus pembunuhan pertama yang diajukan terhadap Hasina, yang melarikan diri ke negara tetangga India pada 5 Agustus.

Kasus itu diajukan oleh Amir Hamza Shatil, seorang penduduk lingkungan Mohammadpur di ibu kota Dhaka, di Pengadilan Dhaka Metropolitan Magistrate Rajesh Chowdhury.

Hasina, bersama dengan enam orang lainnya, dituduh melakukan pembunuhan terhadap pemilik toko kelontong Abu Sayeed, yang tewas saat terjadi penembakan polisi di daerah Mohammadpur pada 19 Juli.

Penggugatmenyatakan bahwa ia dan korban tidak memiliki hubungan dekat dan bahwa kasus tersebut diajukan secara sukarela.

Pengajuan kasus itu muncul bersamaan dengan mahasiswa melangsungkan aksi protes di Dhaka, menuntut agar pemerintah transisi membawa kembali Hasina ke Bangladesh dan mengadilinya atas kematian ratusan orang dalam protes yang dipimpin mahasiswa baru-baru ini.

Hasina melarikan diri ke India setelah berminggu-minggu protes anti-pemerintah yang mengakibatkan setidaknya 580 kematian sejak 16 Juli, termasuk 326 pembunuhan antara 4 hingga 6 Agustus.

Penerima Nobel Muhammad Yunus (84), dilantik pada Kamis (8/8) untuk memimpin pemerintahan transisi beranggotakan 17 orang di Bangladesh.

Selain Hasina, gugatan kasus itu juga mencantumkan nama mantan Sekretaris Jenderal Partai Awami League Obaidul Quader, mantan Menteri Dalam Negeri Bangladesh Asaduzzaman Khan Kamal, mantan Inspektur Jenderal Polisi Chowdhury Abdullah Al-Mamun, mantan pejabat senior polisi dari Cabang Detektif Harun Or Rashid, mantan Komisaris Polisi Metropolitan Dhaka Habibur Rahman, dan mantan Komisaris Gabungan Polisi Metropolitan Dhaka Biplob Kumar Sarker.

Beberapa individu yang tidak disebutkan namanya dan pejabat polisi juga termasuk dalam kasus itu.

Gugatan itu menyebut bahwa mahasiswa sedang melakukan pawai damai di daerah Basila, Mohammadpur pada 19 Juli ketika polisi melepaskan tembakan ke segala arah.

Pemilik toko kelontong setempat, Abu Saeed, ditembak di kepala saat menyeberang jalan dan tewas di tempat kejadian.

Penggugatjuga mengklaim bahwa mantan Perdana Menteri Hasina berulang kali memerintahkan tindakan keras terhadap gerakan reformasi kuota PNS Bangladesh tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

37 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.