Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Sebut Tim Reaksi Cepat Bantu Evakuasi 2.299 Korban Banjir di Aceh

📅 Selasa, 13 Agu 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
BNPB Sebut Tim Reaksi Cepat Bantu Evakuasi 2.299 Korban Banjir di Aceh Doc: ANTARA/HO-BNPB
Ket. Tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil, Provinsi Aceh, mengevakuasi warga yang terdampak banjir, Senin (12/8/2024).

Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan puluhan personel dari tim reaksi cepat dikerahkan untuk membantu proses evakuasi terhadap 2.299 warga yang menjadi korban banjir di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh.

"Hingga saat ini, banjir masih menggenang dan proses evakuasi masih dilakukan," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan, ada sebanyak sembilan desa yang saat ini masih tergenang banjir setinggi 30 centimeter hingga 120 centimeter.

Banjir tersebut dipicu oleh hujan berintensitas sedang hingga deras yang mengguyur Kabupaten Aceh Singkil beberapa hari terakhir dan puncaknya terjadi pada Minggu (11/8) dini hari.

Data yang diterima Tim Pusdalops BNPB sementara ini mencatat sedikitnya 419 rumah dan satu ruas jalan Singkil - Subulussalam di Desa Silatong terendam banjir.

Dilaporkan sebanyak 2.299 jiwa warga terdampak yang beberapa di antaranya telah dievakuasi oleh tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan juga melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.

Para korban tersebut merupakan warga dari sembilan desa yang terdampak banjir masing-masing meliputi Desa Silatong, Desa Lae Riman, Desa Ujung Limus, Desa Tanjung Mas, Desa Cibubukan, Desa Serasah, Desa Singkam dan Desa Rimo, Desa Situban Makmur, dan Desa Samardua.

Abdul memastikan, pendistribusian bantuan logistik kebutuhan pokok akan segera dilakukan oleh pemerintah daerah setempat di bawah asesmen BNPB karena dalam kebencanaan kondisi para korban adalah hal yang diprioritaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.