Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong, Novel Pendek yang Sarat Makna

📅 Senin, 12 Agu 2024, 20:06 WIB | Oleh:
Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong, Novel Pendek yang Sarat Makna Doc: Haryo Brono/Koran Jakarta
Ket. Eka Kurniawan, pengaran novel Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (AMKM). (Haryo Brono/Koran Jakarta)

JAKARTA - Setelah peluncuran novel terbarunya Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong (AMKM) pada 7 Juli lalu, Gramedia Pustaka Utama mengajak media untuk berbincang lebih dekat dengan pengarangnya Eka Kurniawan. Dalam diskusi bersama dengan beberapa media penulis peraih World Readers Award membeberkan kisah kreatif di balik karya bersampul warna jingga itu.

Dalam karya ini, penulis mengajak pembaca untuk mengeksplorasi berbagai tema seperti kehidupan sehari-hari, sosial, dan politik. Pendekatannya cukup cerdas dan dipenuhi dengan banyak humor sehingga tidak terlihat tegang.

Novel ini diawali dengan dialog antara tokoh utama seorang anak yang baru disunat bernama Sato Reang dengan Jamal yang juga disebut kembali dalam sampul belakang versihard coverdari buku novel AMKM.

"Berbuatlah sedikit dosa, Jamal," kata Sato Reang kepada satu kawan sekelasnya. Jamal anak yang saleh, selalu sembahyang lima kali sehari, juga rajin mengaji. "Pahalamu sudah banyak. Bertumpuk-tumpuk. Tak akan habis dikurangi timbangan dosamu."

"Ini kisah Sato Reang. Kadang ia demikian intim dengan dirinya, sehingga ini merupakan cerita tentang aku, tapi kali lain ia tercerabut, dan ini menjadi kisah tentang Sato Reang. Isi kepalanya riuh dan berisik, terutama sejak ia berumur tujuh tahun, ketika sang ayah berkata kepadanya, 'Sudah saatnya kau menjadi anak saleh,'" tulis potongan sinopsis dikutip dari penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU).

Novel AMKM dimulai ketika seorang anak bernama Sato Reang yang memutuskan untuk meninggalkan jalan hidup sebagai anak saleh yang selama ini dilakukan dan ditunjukkan oleh ayahnya. Ia berhenti ke masjid, berhenti sembahyang, tidak mengucapkan doa sebelum tidur dan sebagainya.

Cerita terus berlanjut. Di sini Eka membiarkan pembacanya untuk menginterpretasikan sendiri isi novelnya secara bebas. Ia tidak ingin mendikte pembaca dengan mengatakan inti dari novelnya.

"Kalau ada pertanyaan inti dari novel ini apa saya tidak pernah akan menjawab. Ini supaya pembaca tidak didikte oleh penulis," ungkap Eka di Jakarta beberapa waktu lalu.

Salah satu yang menarik dari novel ini adalah nama Sato Reang yang kurang akrab di telinga. Nama ini cenderung tidak umum dibandingkan nama lain dalam novel ini seperti Jamal, Kurnia, Rani, Ningsih, Ran, Bulan, dan sebagainya. Nama ini juga agak berbeda dengan novel-novel EKa lainnya.

"Sato itu dalam bahasa Sunda artinya binatang. Reang artinya berisik," kata Eka yang lahir di Tasikmalaya pada tanggal 28 November 1975.

Meski ia menampilkan kosakata bahasa Sunda dari nama Sato Reang namun dalam novel ini hampir tidak ada kosakata lainnya selanjutnya.

Tentang judul yang AMKM Eka menuturkan, judul ini tidak ada hubungannya dengan isi. Kedua nama hewan bukan personifikasi dari tokoh-tokohnya. Jadi menurutnya datang begitu saja.

"Di dalam novel tidak ada kutipan judul. Jadi kalau Shakespeare biang apa arti sebuah nama maka sama saja apa arti sebuah judul," ujar lulusan Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Seperti novel-novel sebelumnya Eka menyukai penggunaan judul yang bersifat paradoksal atau bertolak belakang. Novel itu adalah Cantik itu Luka (2002), Lelaki Harimau (2004), Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas (2014).

Berbeda dengan novel-novel terdahulu, novel AMKM cukup tipis atau hanya 135 halaman. Bandingkan dengan novel Seperti Dendam, Rindu Harus Dibayar Tuntas sebanyak 241halaman dan Cantik itu Luka berjumlah 537halaman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.