Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Manajemen Kota di IKN Dikendalikan Pusat Komando

📅 Sabtu, 10 Agu 2024, 00:01 WIB | Oleh:
Manajemen Kota di IKN Dikendalikan Pusat Komando Doc: ISTIMEWA
Ket. BASUKI HADIMULJONO Menteri PUPR/Plt Kepala OIKN - Jadi, nanti semua manajemen kota akan dikendalikan oleh pusat komando.

JAKARTA - Manajemen kota Ibu Kota Nusantara (IKN) dikendalikan oleh pusat komando atau command center. Hal ini dilakukan karena konsep pembangunan IKN adalah kota cerdas (smart city), sehingga kota itu dilengkapi dan dikelola oleh pusat komandonya.

"Jadi, nanti semua manajemen kota akan dikendalikan oleh pusat komando," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sekaligus Plt Kepala Otorita IKN (OIKN), Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Kamis (8/8).

Seperti dikutip dari Antara, pengendalian tersebut mulai dari lalu lintas (traffic) kendaraan, pengelolaan air, listrik, energi, dan lainnya dikendalikan pusat komando IKN.

Pusat komando IKN, kata Basuki, saat ini dalam tahap proof of concept dan nantinya pusat komando tersebut akan bisa menjalankan fungsi-fungsi, seperti pengelolaan air, pengelolaan gedung, hingga pengelolaan limbah secara cerdas.

"Airnya, listriknya, semua dikendalikan dari sini (pusat komando) termasuk transportasi di IKN. Menteri Perhubungan juga sudah membuat intelligent transportation system di IKN. Kita baru mulai, pasti ke depan akan jadi lebih baik," ujarnya.

Pusat Komando Nusantara dibangun untuk optimasi pembangunan lKN serta integrasi dan koordinasi. Pusat Komando Nusantara juga merupakan salah satu infrastruktur utama pendukung kota cerdas Nusantara.

Pusat Komando tahap 1 ini memiliki fungsi utama dalam layanan pemantauan pembangunan IKN dengan memanfaatkan teknologi pengawasan dan pemantauan berbasis CCTV, monitoring drone berbasis visual, serta integrasi layanan digital.

Teknologi Canggih

Pusat komando juga berperan dalam mitigasi dan respons kebencanaan, memanfaatkan analisis data dan teknologi canggih untuk memprediksi dan merespons bencana alam, menjadikannya elemen penting dalam perencanaan dan pengelolaan kota yang cerdas dan tanggap.

Selain itu, pusat komando juga mempermudah Otorita IKN untuk menanggapi seluruh aduan dari masyarakat maupun mengelola informasi yang terjadi di IKN untuk diproses.

Salah satu contoh penggunaan Centralized Citizen Reporting System, ataupun informasi yang diteruskan ke masyarakat IKN, seperti informasi bencana alam yang dapat menjadi pesan darurat kepada masyarakat IKN.

Contoh lain dalam pengelolaan kota dan layanan perencanaan adalah Urban Planning System.

Sementara itu, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/ Waka BPN) sekaligus Plt Wakil Kepala OIKN, Raja Juli Antoni, mengungkapkan Bendungan Sepaku Semoi dapat menjadi destinasi pariwisata di IKN.

"Ya, ini bagian dari usaha kita untuk pertama secara substansi bendungan ini dapat menjadi sumber kehidupan, tetapi tentu bendungan ini juga dapat menjadi destinasi wisata," ujar Raja Juli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

22 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.