Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Rawan Terkoreksi

📅 Jumat, 09 Agu 2024, 08:56 WIB | Oleh: Tim Redaksi
IHSG Rawan Terkoreksi Doc: istimewa

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan tren negatif jelang akhir pekan ini. Pergerakan IHSG bakal dipengaruhi faktor internal dan eksternal.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat pergerakan IHSG bakal dipengaruhi sejumlah sentimen, seperti fluktuasi kurs rupiah dan harga komoditas global, serta sikap investor yang menanti data makro ekonomi Amerika Serikat (AS) dan inflasi Tiongkok. Karenanya, Herditya memproyeksikan IHSG dalam perdagangan, Jumat (9/8), rawan terkoreksi dengan support 7.162 dan resist 7.228.

Sebelumnya, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (8/8) sore, ditutup melemah dipimpin oleh saham-saham sektor barang baku (basic materials). IHSG ditutup melemah 17,00 poin atau 0,24 persen ke posisi 7.195,12. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 4,88 poin atau 0,54 persen ke posisi 898,90.

"Bursa regional Asia cenderung kembali melanjutkan laju penguatannya yang tampaknya ditopang oleh kenaikan cadangan devisa Tiongkok," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta.

Dari mancanegara, Bank Sentral Tiongkok dalam rilisnya menyatakan bahwa posisi cadangan devisa Juli 2024 tercatat naik dari sebelumnya 3.222 miliar dollar Amerika Serikat (AS) menjadi senilai 3.256 miliar dollar AS.

Sementara itu, pasar menilai prospek kebijakan moneter Bank of Japan (BOJ) setelah Deputi Gubernur BOJ Shinichi Uchida mengatakan bahwa bank sentral tidak akan menaikkan suku bunga ketika pasar tidak stabil. Ringkasan pendapat dari pertemuan kebijakan BOJ pada Juli 2024 mengungkapkan bahwa beberapa anggota menyerukan perlunya terus menaikkan suku bunga, setidaknya hingga 1 persen.

Di sisi lain, pasar juga menantikan beberapa data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang akan keluar hari ini waktu AS, sehingga ini akan menjadi fokus perhatian pelaku pasar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.