Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kebakaran Rumah di Pemukiman Padat Galur Diduga Akibat Korsleting Listrik

📅 Kamis, 08 Agu 2024, 09:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kebakaran Rumah di Pemukiman Padat Galur Diduga Akibat Korsleting Listrik Doc: ANTARA/HO-Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat
Ket. Kebakaran rumah di permukiman padat penduduk Jalan Rawa Tengah Gang 5 RT 10/05, Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, Kamis (8/8/2024).

JAKARTA - Kebakaran rumah di permukiman padat penduduk Jalan Rawa Tengah Gang 5 RT 10/05, Kelurahan Galur, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat diduga akibat korsleting listrik.Kepala Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat Asril Rizal mengatakan pihaknya menerima informasi kejadian kebakaran sekitar pukul 06.23 WIB. Informasi didapat dari warga yang menelpon ke command center(pusat komando)."Segera kita kerahkan petugas ke lokasi. Total kami kerahkan sebanyak 19 unit pemadam dengan kekuatan personel 95 orang," katanya Asril saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (8/8).Asril menyebut petugas pertama tiba di lokasi sekitar pukul 06.30 WIB dan segera melakukan penanganan. Setelah dilakukan proses pemadaman, kebakaran bisa diatasi dan api dilokalisir sekitar pukul 06.40 WIB.Sementara itu, Kepala Seksi Pengendalian Kebakaran dan Penyelamatan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Pusat, Ahmad Syaiful mengatakan rumah warga yang terbakar merupakan bangunan hunian setinggi dua lantai.Dari informasi yang didapat, kata Ahmad kejadian kebakaran diketahui setelah sang anak bangun tidur di lantai dua rumah sekitar pukul 06.10 WIB.Api yang terlihat dari bagian plafon lantai dua rumah itu pun cepat membesar dan merambat ke ruangan lain. Sehingga, area seluas sekitar 18 meter persegi dari lantai dua rumah juga terdampak kebakaran."Dugaan api berasal dari korsleting instalasi listrik di dalam plafon lantai dua rumah. Pukul 07.30 WIB seluruh proses pemadaman kami nyatakan tuntas," ucap Ahmad.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.