Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Negara-negara Barat Serukan Bangladesh Tetap Tenang dan Demokratis

📅 Selasa, 06 Agu 2024, 12:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Negara-negara Barat Serukan Bangladesh Tetap Tenang dan Demokratis Doc: Al Jazeera/Suman Kanti Paul/Drik via Getty Images
Ket. Students Against Discrimination, kelompok utama di balik protes yang telah berlangsung selama berminggu-minggu, menggelar unjuk rasa di Dhaka.

WASHINGTON -Negara-negara Barat pada hari Senin (5/8) menyerukan agar Bangladesh tetap tenang setelah Perdana Menteri Sheikh Hasina melarikan diri. Amerika Serikat memuji militer karena membentuk pemerintahan sementara alih-alih menindak tegas para pengunjuk rasa.

Sheikh Hasina, yang memiliki hubungan sangat dekat dengan kekuatan regional India, menikmati hubungan yang kooperatif dengan Barat selama 15 tahun kekuasaannya tetapi semakin menuai kritik karena menjadi otoriter.

Amerika Serikat menghimbau semua pihak di Bangladesh untuk "menahan diri dari kekerasan lebih lanjut" saat tubuh-tubuh penuh luka tembak berserakan di lantai rumah sakit dan penjarahan melanda ibu kota Dhaka.

"Terlalu banyak nyawa yang melayang selama beberapa minggu terakhir, dan kami menghimbau agar tetap tenang dan menahan diri di hari-hari mendatang," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller kepada wartawan.

Hasina, putri pendiri negara Bangladesh, berupaya meredakan pemberontakan nasional yang dimulai dengan protes yang dipimpin mahasiswa terhadap kuota pekerjaan. Hampir 100 orang tewas pada hari Minggu saat seruan agar dia mengundurkan diri semakin meningkat.

Miller mengatakan bahwa AS telah melihat laporan bahwa tentara menolak tekanan untuk menindak lebih lanjut demonstrasi yang dipimpin mahasiswa.

"Jika benar bahwa tentara menolak seruan untuk menindak tegas pengunjuk rasa yang sah, itu akan menjadi perkembangan yang positif," katanya.

"Kami menyambut baik pengumuman pemerintahan sementara dan mendesak agar setiap transisi dilakukan sesuai dengan hukum Bangladesh," katanya.

Ketika ditanya apakah militer harus memilih pemimpin berikutnya, Miller berkata, "Kami ingin melihat rakyat Bangladesh memutuskan pemerintahan Bangladesh di masa depan."

Seruan Agar PBB Lakukan Penyelidikan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan "transisi yang damai, tertib, dan demokratis" serta "investigasi penuh, independen, tidak memihak, dan transparan terhadap semua tindakan kekerasan," kata juru bicaranya Farhan Haq.

Bekas kekuatan kolonial Bangladesh, Inggris, meminta PBB untuk memimpin penyelidikan.

"Rakyat Bangladesh berhak mendapatkan penyelidikan penuh dan independen yang dipimpin PBB terhadap peristiwa beberapa minggu terakhir," kata Menteri Luar Negeri David Lammy dalam sebuah pernyataan.

Uni Eropa juga menyerukan "ketenangan dan pengendalian diri."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Polisi Buru Pelaku Pencuria...
Ekonomi
Indonesia produksi beras te...

Pementasan prembon pada Pesta Kesenian Bali

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pementasan prembon pada Pes...

Upaya pengembangan komoditas hortikultura

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Upaya pengembangan komodita...

Tradisi pembuatan bubur Asyura

44 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Tradisi pembuatan bubur Asyura

.Penindakan pakaian bekas impor ilegal

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
.Penindakan pakaian bekas i...
Nasional
Bakti kesehatan memperingat...

PT KAI: Pelanggan Kereta Imperial Naik 162,04 Persen

54 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI: Pelanggan Kereta Im...
Ekonomi
Ekspor mobil produksi dalam...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.