Bawaslu Minta Kontribusi Intelektual Mahasiswa di Pilkada
📅 Senin, 05 Agu 2024, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Bawaslu RI
JAKARTA - Anggota Bawaslu RI Puadi menyatakan mahasiswa dapat memberikan kontribusi intelektual, seperti mengedukasi pemilih dan ikut mengawasi Pilkada Serentak 2024.
Menurutnya penyelenggara pemilu baik Bawaslu dan KPU perlu bekerja sama dengan mahasiswa dalam hal memperkaya literasi keilmuan. Terutama, membuka telinga bagi diskusi sistem penegakan hukum pemilu.
"Saya senang karena hari ini kami bisa sekaligus melakukan pengawasan partisipasif kepada masyarakat terutama kepada mahasiswa. Adanya pakta integritas yang dibacakan mungkin bisa ditindaklanjuti dengan kolaborasi," kata Puadi dalam keterangannya di Jakarta, kemarin.
Untuk dunia pendidikan, dia juga menjelaskan para akademisi atau expert dapat memberi sumbangsih dalam penyelesaian studi kasus yang ada di Bawaslu.
Oleh karena itu, Bawaslu tengah memproses program klinik penegakan hukum pemilu. "Jadi Bawaslu sedang membuat klinik penegakan hukum pemilu nantinya, Bawaslu akan mengundang atau mengajak diskusi para akademisi/expert dalam bidangnya, tentunya ketika kami memerlukan masukan berkaitan kasus," jelasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lalu, jelas dia, dalam konteks sosialisasi hukum pemilu, Bawaslu dalam beberapa hari ini fokus untuk sosialisasi lomba debat penegakan hukum pemilu. "Teman teman IBLAM bisa saja bekerjasama bukan lihat hadiahnya tapi bagaimana masyarakat bisa turut serta dalam penegakan hukum pemilu ini," ujar Puadi.
Sementara itu, Ketua Yayasan STIH IBLAM Rahmat Dwi Putranto mengapresiasi kerja-kerja penyelenggara pemilu yang telah terselesaikan. Namun, dia melihat terdapat dinamika yang menarik atas Pilkada Serentak 2024.
Rahmat meminta baik mahasiswa maupun akademisi dapat berperan dan berkontribusi untuk mewujudkan Pilkada Serentak 2024 yang sukses.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebab, dia mempercayai Pemerintah tidak akan mampu untuk menjaga negeri sendirian, sehingga sebagai unsur kekuatan civil society dia mengajak masyarakat gotong royong membangun demokrasi.
"Bisa dengan cara dan peran apapun yang kita miliki, kalau di perguruan tinggi harus meningkatkan literasi terkait nilai moril, etis dan baik yang dibawa ke masyarakat. Tentu kawan mahasiswa punya peran penting karena sebagian besar kalian pemilih dalam Pilkada Serentak mendatang," pungkas Rahmat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!