Pelayaran Perdana Belanda Hanya Berhasil Membawa Segenggam Merica
📅 Jumat, 02 Agu 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoKapal-kapal Belanda pun kemudian berlayar menuju Pulau Jawa. Setelah tiga belas bulan, mereka kembali dengan membawa lada. Sejak tahun 1602 dan seterusnya, 55 kapal berangkat ke wilayah Indonesia dan kembali dengan membawa barang-barang dan rempah-rempah paling eksotis.
Monopoli
Dalam beberapa tahun Portugis terdorong keluar. Mereka tidak lagi memonopoli rempah-rempah dari Hindia Timur. Untuk memperoleh keuntungan lebih besar, pada tahun 1602 diputuskan bahwa semua pedagang yang ingin berlayar di Hindia Timur harus bekerja sama dan bergabung dalam satu perusahaan dagang besar dengan nama VOC.
Sebaiknya Anda baca juga:
VOC menerima monopoli perdagangan Belanda di Asia. Jika ada seorang saudagar Belanda yang ingin berdagang di Asia, maka ia wajib menjadi anggota VOC. Kalau tidak, dia bahkan tidak akan diizinkan memasuki kawasan Asia dengan kapalnya.
Keuntungan VOC bisa digunakan untuk membiayai sebagian perang melawan Spanyol. Pondasinya ini menjadi dasar bagi dominasi Belanda di wilayah Indonesia di kemudian hari yang berlangsung selama berabad-abad.
Citra orang-orang Eropa tentang Indonesia dari abad ke-16 hingga abad ke-18 akan terus diubah. Pada akhir abad keenam belas, Hindia Belanda merupakan sebuah negara mitos bagi orang Eropa, yang diambil langsung dari legenda dan dongeng. Gagasan itu diperkuat oleh cerita-cerita yang dibawa orang-orang Arab ke Eropa sebagai "negeri yang penuh dengan makhluk-makhluk menakjubkan, gunung-gunung emas, dan surga yang dijaga oleh bidadari dengan pedang menyala".
Sebaiknya Anda baca juga:
Orang Spanyol dan Portugis adalah penjelajah pertama yang mengarungi Hindia Timur, yang menemukan pulau-pulau di Indonesia dan mulai mengubah citra Arab terhadap Indonesia. Spanyol dan Portugis segera mengetahui bahwa pulau-pulau di Indonesia kaya akan rempah-rempah. Mereka mendapat cengkeh dari Maluku. Pohon pala ditemukan di Kepulauan Banda, yang juga menjadi sumber bunga gada. Lada tersedia lebih luas baik di Jawa dan Sumatra. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!