Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS Sebut Cabai Rawit Penyumbang Terbesar Inflasi Juli di Tanjungpandan

📅 Jumat, 02 Agu 2024, 00:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPS Sebut Cabai Rawit Penyumbang Terbesar Inflasi Juli di Tanjungpandan Doc: ANTARA/Kasmono/Apriliansyah
Ket. Kegiatan BRS BPS Kabupaten Belitung pada Agustus 2024.

Tanjungpandan - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat inflasi Kota Tanjungpandan pada Juli 2024 sebesar 0,01 persen yang didorong oleh kenaikan beberapa harga komoditi, di mana harga cabai rawit merupakan penyumbang terbesar.

Kepala BPS Belitung Baiq Kurniawati dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Tanjungpandan, Kamis, mengatakan cabai rawit memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,10 persen dan diikuti sigaret kretek mesin menyumbang 0,09 persen, ikan bulat menyumbang 0,09 persen, ikan selar menyumbang 0,08 persen, dan bayam menyumbang 0,05 persen.

Inflasi yang terjadi Juli 2024 kata dia, lebih rendah dibanding inflasi pada Juli 2023 sebesar 0,07 persen dan deflasi tahun ke tahun sebesar 0,22 persen.

Tingkat inflasi harga konsumen bulanan (M-to-M) Juli 2024 kata dia, mengalami peningkatan dibanding Juni 2024 sebesar 1,26 persen. Bahan penyumbang inflasi bulanan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Meskipunkota Tanjung Pandan pada Juli 2024 mengalami inflasi sebesar 0,01 persen (m-to-m) yang lebih baik jika dibandingkan dua bulan sebelumnya, kota Tanjung Pandan mengalami deflasi pada Mei sebesar 0,38 persen dan Juni deflasi cukup dalam sebesar -1,26 persen.

"Perlu kita ketahui bersama dalam suatu perekonomian inflasi itu dibutuhkan namun inflasi seperti apa yang dibutuhkan yakni inflasi yang stabil bukan inflasi yang fluktuatif," ujarnya.

Baiq Kurniawati mengatakan kondisi stabilitas ekonomi di suatu daerah ini sangat penting karena menjadi poin pemikiran bagi para investor dan para pengusaha, karena ketika mereka melakukan proses produksi atau perdagangan mereka akan lebih senang karena perekonomian suatu daerah tersebut stabil.

"Sehingga kondisi inilah yang harus menjadi atensi dan perhatian pemerintah daerah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.