Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proteksi Kelas Menengah Diabaikan

📅 Kamis, 01 Agu 2024, 10:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Proteksi Kelas Menengah Diabaikan Doc: ISTIMEWA
Ket. Direktur Celios, Bhima Yud­isthira.

JAKARTA - Pemerintah harus membantu kelas menengah yang saat ini daya belinya menurun. Berbeda dengan masyarakat kelas bawah yang terbantu sama bantuan sosial (Bansos), kelas menengah tidak mendapat bantuan dari negara.

Direktur Celios, Bhima Yudisthira, mengatakan insentif dan program pemerintah untuk melindungi daya beli kelas menengah dirasa belum cukup. Hal ini disebabkan kenaikan harga pangan secara tahunan masih cukup tinggi.

Selain itu, terdapat tekanan di berbagai biaya bahan baku industri akibat pelemahan kurs rupiah. Pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) melalui kredit usaha rakyat (KUR) perlu didorong lebih besar ke sektor produktif dengan plafon lebih besar.

"Perluasan bantuan sosial juga mendesak ke kelompok menengah rentan, bukan sekadar orang miskin," ujar Bhima kepada Koran Jakarta, Rabu (30/7).

Kelompok 40 persen pengeluaran kelas menengah pada bulan Maret 2024 memiliki kontribusi 37 persen terhadap konsumsi nasional. Jadi, sepertiga hidup-matinya ekonomi bergantung di kelas menengah.

Dengan tekanan berlanjut ke kelas menengah dikhawatirkan pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya mencapai 4,2-4,7 persen pada 2024 dan 4,6 persen pada 2025.

Peneliti Ekonomi Celios lainnya, Nailul Huda, mengatakan secara kesejahteraan, masyarakat miskin lebih banyak terbantu dibandingkan kelas menengah, terutama kalangan menengah rentan miskin. Alhasil, kelas menengah yang masuk dalam kategori rentan miskin makin meningkat.

"Kemudian, mereka tidak mendapatkan bansos seperti kelas bawah," ucap Huda dihubungi secara terpisah.

Dia menjelaskan pengeluaran kelas menengah memang sekarang lebih tersedot ke pengeluaran primer dengan beras sebagai faktor utamanya. Kelas menengah mengurangi pembelian barang sekunder dan tersier.

Penjualan mobil baru turun drastis, dan tabungan kelas menengah juga berkurang. Artinya, untuk memenuhi kebutuhan, mereka makan uang tabungan. Fenomena hype konser pada 2023 juga menyebabkan tabungan mereka makin terkuras.

"Maka saya merasa perlu perhatian khusus pada inflasi bahan pangan utamanya beras. Pemerintah juga tidak perlu menaikkan harga barang yang diatur oleh pemerintah seperti bahan bakar minyak (BBM) dan listrik. Kemudian, peningkatan pendapatan yang proporsional terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi," tegas Bhima.

Kendalikan Harga

Masalah daya beli juga sebenarnya tak hanya terjadi pada kelas menengah, kelas bawah juga tertekan dengan kenaikan harga harga kebutuhan pokok. Bhima mengatakan kenaikan harga-harga pangan telah menekan kelas bawah. Meskipun selama periode pemilu terbantu oleh bansos, namun tetap tidak cukup sebagai kompensasi atas naiknya harga bahan pangan.

"Makanya, solusinya ialah kendalikan harga pangan termasuk mengurangi pangan impor yang sensitif terhadap pelemahan kurs rupiah," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.