Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan 3 ABK Korban Kecelakanan Kapal di Falkland Islands

📅 Kamis, 01 Agu 2024, 17:40 WIB | Oleh:
Kemenhub Fasilitasi Pemulangan 3 ABK Korban Kecelakanan Kapal di Falkland Islands Doc: Istimewa.
Ket. Tiga orang WNI/ABK Kapal Ikan FV Argos Georgia tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. 

JAKARTA - Kementerian Perhubungan dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Direktorat Perkapalan dan Kepelautan bekerja sama dengan Direktorat Perlindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri berhasil memfasilitasi ketibaan tiga Warga Negara Indonesia yang bekerja sebagai ABK dan menjadi korban kecelakaan Kapal FV Argos Georgia di Falkland Islands.

Tiga orang WNI/ABK Kapal Ikan FV Argos Georgia tersebut tiba di Bandara Soekarno Hatta menggunakan penerbangan Qatar Airways. Direktur Perkapalan dan Kepelautan, Capt. Hendri Ginting, mengungkapkan bahwa ketiga WNI/ABK bernama Ali Mustain, Akmad Ripai, dan Triono adalah tiga dari lima orang WNI yang diketahui bekerja sebagai ABK di Kapal Ikan FV Argos Georgia bersama dengan 22 (dua puluh dua) ABK yang berasal dari negara lain.

"Saat ini, tigq orang WNI/ABK yang selamat telah berhasil difasilitasi pemulangannya. Adapun dua orang WNI/ABK bernama Nurcholis dan Kapidin hingga saat ini belum berhasil ditemukan," kata Ginting dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/8).

Ia mengungkapkan, sejak muncul pemberitaan di media mengenai insiden kecelakaan Kapal Ikan FV Argos Georgia pada Selasa malam (23/07), di mana diduga terdapat 5 ABK asal Indonesia yang bekerja di kapal tersebut, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti operator kapal (Argos Froyane Ltd.) dan juga Communications & Media Office Pemerintah Falkland Islands.

"Kami secara aktif menjalin komunikasi dengan KBRI Madrid, FCDO-Falklands, dan juga Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri terkait update kecelakaan kapal tersebut hingga akhirnya berhasil memfasilitasi pemulangan para WNI/ABK ke Indonesia," terangnya.

Saat ini, menurut Ginting, para ABK tersebut berada dalam kondisi trauma yang cukup mendalam, mereka tidak berani kembali melaut dan ingin segera pulang untuk bertemu keluarga.

Oleh karenanya, Direktorat PWNI Kementerian Luar Negeri telah menyerahterimakan ketiga WNI/ABK tersebut kepada perwakilan dari Direktorat Perkapalan dan Kepelautan - Kementerian Perhubungan. Selanjutnya, ketiganya juga diantarkan pulang ke Tegal (Ali Mustain dan Akhmad Ripai) serta Pemalang (Triono) oleh Sdr. Samlawi selaku pengemudi dari SPICA Services Indonesia.

"Secara keseluruhan, proses fasilitasi ketibaan ketiga WNI/ABK tersebut berjalan dengan baik dan lancar. Ketiga WNI/ABK tersebut juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri c.q. KBRI Madrid, Dit. PWNI dan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan sehingga mereka dapat dipulangkan ke Indonesia," tukas Ginting.

Sebagai informasi, Kapal ikan Argos Georgia mengalami kebocoran dan tenggelam pada 22 Juli (sore waktu setempat), sekitar 200 NM sebelah timur Stanley, Falkland Islands. Adapun kronologi kejadian kecelakaan kapal berdasarkan penuturan ketiga WNI/ABK adalah sebagai berikut: Pada sore hari tanggal 22 Juli 2024 waktu setempat, kapal dimasuki oleh air dikarenakan pintu samping sebesar +- 4x2 meter terbuka (penyebab tidak diketahui, antara rusak atau kelalaian).

Kuantitas debit air yang masuk cukup deras sehingga tidak dimungkinkan untuk dikeluarkan, mengingat ombak pada saat itu mencapai ketinggian 8 meter. Hal ini menyebabkan kapal tenggelam secara perlahan. Kapal memiliki dua perahu karet penyelamat. Pada perahu karet pertama, terdapat 13 orang yang berhasil naik, dua di antaranya adalah ABK WNI yaitu Ali Mustain dan Akmad Ripai. Pada perahu karet kedua, ditemukan kerusakan sehingga perahu karet tidak dapat berfungsi sempurna.

Terdapat 6 orang yang menggunakan perahu karet tersebut, salah satu di antaranya adalah ABK WNI yaitu Triono. Dua ABK lainnya, Nurcholis dan Kapidin, tetap berpegangan pada Kapal FV Argos Georgia, dan kemudian diketahui tidak selamat. Perahu karet pertama diselamatkan setelah kurang lebih 20 jam di laut, di mana seluruh penumpang ditemukan dalam keadaan selamat.

Perahu karet kedua diselamatkan setelah kurang lebih 21 jam di laut, di mana hanya terdapat satu orang yang selamat yaitu Triono, karena ybs mengikat tangannya dengan tali pada perahu. 5 orang lainnya pada perahu karet tersebut tidak selamat akibat tertelan ombak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

16 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

28 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

51 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.