Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kelompok 'Quad' Sangat Prihatin dengan Situasi di LTS

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kelompok 'Quad' Sangat Prihatin  dengan Situasi di LTS Doc: AFP/Kazuhiro NOGI
Ket. Pertemuan “Quad” l Menlu AS, Antony Blinken (kanan) berfoto bersama dengan Menlu Australia, Penny Wong (kedua dari kanan), Menlu Jepang, Yoko Kamikawa (kedua dari kiri) dan Menlu India, Subrahmanyam Jaishankar, ketika hendak dilaksanakannya Pertemuan Menteri Quad di Iikura Guest House, Tokyo, Senin (29/7). Komunike pertemuan Quad ini menyatakan bahwa kelompok tersebut sangat prihatin atas situasi di LTS saat ini.

TOKYO - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Jepang, Australia, dan India, pada Senin (29/7) menyatakan keprihatinan serius atas situasi di Laut Tiongkok Selatan (LTS) sebagai teguran terselubung kepada Beijing.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dan rekan-rekannya di kelompok Quad, juga mengeluarkan pernyataan bersama yang menyerukan Pasifik yang bebas dan terbuka setelah pembicaraan di Tokyo.

Pernyataan tersebut tidak menyebut nama Tiongkok secara langsung, namun merujuk pada serangkaian konfrontasi baru-baru ini antara kapal Tiongkok dan Filipina di LTS yang disengketakan.

"Kami sangat prihatin dengan situasi di Laut Tiongkok Timur (LTT) dan LTS serta menegaskan kembali penolakan kami terhadap tindakan sepihak yang berupaya mengubahstatus quodengan kekerasan atau paksaan," demikian bunyi komunike Quad tersebut.

"Kami terus menyatakan keprihatinan serius mengenai militerisasi wilayah yang disengketakan, serta manuver pemaksaan dan intimidasi di LTS," imbuh komunike itu.

Kelompok Quad pun mengecam peluncuran misil Korea Utara (Korut) yang mengganggu stabilitas kawasan.

Komunike Quad itu serta merta memicu kemarahan dari Beijing, yang menuduh keempat negara tersebut telah menciptakan ketegangan, menghasut konfrontasi, dan menahan kemajuan negara lain.

Menlu Blinken sedang melakukan tur ke negara-negara Asia-Pasifik yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama regional dalam menghadapi meningkatnya ketegasan Beijing dan semakin dalamnya hubungan dengan Russia.

Pembicaraan Quad di Tokyo, yang pertama sejak September, melibatkan Menteri Luar Negeri Jepang, Yoko Kamikawa, Menteri Luar Negeri India, Subrahmanyam Jaishankar, dan Menteri Luar Negeri Australia, Penny Wong.

Pernyataan Quad ini kurang lantang terdengar dibandingkan komunike yang dikeluarkan setelah pembicaraan pada Minggu (28/7) antara Menlu Blinken, Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, dan rekan-rekan mereka dari Jepang. Tanpa kehadiran India dan Australia, kedua negara mengeluarkan serangan verbal pedas, tidak seperti pernyataan Quad, karena tidak hanya menyebut dan mengkritik Tiongkok tetapi juga Russia.

Washington DC dan Tokyo mengatakan kebijakan luar negeri Tiongkok berupaya membentuk kembali tatanan internasional demi keuntungannya sendiri dengan mengorbankan pihak lain. Mereka juga mengecam kerja sama militer strategis yang berkembang dan provokatif antara Russia dan Tiongkok, serta pengadaan misil balistik dan material lainnya oleh Moskwa dari Korea Utara (Korut) untuk digunakan melawan Ukraina.

Kritik terhadap Moskwa oleh kelompok Quad merupakan hal yang canggung bagi India karena New Delhi sangat bergantung pada pasokan senjata Russia dan Perdana Menteri Narendra Modi akan bertemu dengan Presiden Vladimir Putin bulan ini.

Menanggapi kecaman tersebut, Beijing pada Senin memperingatkan Jepang dan AS untuk berhenti menciptakan "musuh-musuh khayalan" dengan mengatakan bahwa pernyataan bilateral mereka secara jahat telah menyerang kebijakan luar negeri Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.