Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kampus Harus Cegah Pelanggaran Etika Jabatan Profesor

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 03:13 WIB | Oleh:
Kampus Harus Cegah Pelanggaran Etika  Jabatan Profesor Doc: Istimewa
Ket. Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Bagong Suyanto.

JAKARTA - Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Bagong Suyanto, menyarankan, perguruan tinggi melakukan upaya pencegahan terhadap tindakan melanggar etika dalam mendapatkan jabatan profesor. Menurutnya, perguruan tinggi harus lebih proaktif dan memiliki mekanisme yang kuat untuk menjaga integritas akademik.

"Yang perlu dilakukan (kampus) adalah mencegah adanya upaya-upaya melanggar etika dalam mengejar jabatan sebagai profesor," ujar Bagong, dalam keterangannya kepada awak media, Senin (29/7).

Dia menilai, perlu ada peningkatan kembali kesadaran masyarakat awam terhadap gengsi jabatan profesor. Menurutnya, perlu ada juga wacana baru yang tidak membuat orang di luar dunia akademik tertarik mengejar gelar tersebut.

"Gengsi jabatan Profesor perlu didekonstruksi untuk kemudian merekonstruksi wacana baru yang tidak merangsang orang di luar dunia akademik tertarik mengejarnya," jelasnya.

Sebagai informasi, belakangan ini, jabatan profesor dan penggunaannya menjadi sorotan berbagai pihak. Hal tersebut merupakan buntut dari adanya upaya menanggalkan gelar profesor di luar aktivitas akademik, dengan tujuan meningkatkan integritas akademik sekaligus meminimalkan penyalahgunaan gelar profesor.

Penanggalan Gelar

Bagong menyebut menanggalkan jabatan profesor bisa menjadi salah satu langkah menyadarkan masyarakat bahwa profesor adalah sebuah jabatan fungsional akademik, bukan sekadar simbol status atau gengsi. Dengan demikian, masyarakat tidak akan mudah terpesona oleh gelar profesor.

"Masyarakat juga lebih fokus pada substansi ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh seorang akademisi," katanya.

Dia yakin, penanggalan jabatan profesor tidak akan menimbulkan dampak negatif. Menurutnya, hal tersebut akan mendorong upaya penilaian kinerja akademik seorang profesor dengan lebih kritis. "Masyarakat akan lebih kritis dalam menilai kinerja seorang profesor dan tidak mudah terpengaruh oleh gelar semata," ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbudristek, Abdul Haris menekankan pentingnya insan pendidikan tinggi menjaga integritas akademik. Hal tersebut sekaligus merespons banyaknya isu terkait integritas perguruan tinggi, khususnya kenaikan jabatan akademik.

Dia menekankan, tidak ada kompromi terkait dengan integritas akademik. Pihaknya akan melakukan tindakan tegas jika terdapat pelanggaran, kelalaian, dan penyimpangan yang mencederai integritas akademik.

"Apabila terjadi pelanggaran, kelalaian, penyimpangan kami tidak segan-segan melakukan tindakan tegas," tuturnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.