Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Pemkab Ponorogo Membangun Ratusan Irigasi Air Tanah Dalam

📅 Selasa, 30 Jul 2024, 00:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Pemkab Ponorogo Membangun Ratusan Irigasi Air Tanah Dalam Doc: ANTARA/HO-Prastyo
Ket. Foto Arsip - Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Ponorogo - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), membangun ratusan irigasi air tanah dalam (IATD) sebagai solusi untuk mengatasi krisis air di musim kering yang selama ini kerap menjadi permasalahan bagi sektor pertanian daerah ini.

Bupati PonorogoSugiri Sancoko, Senin, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program IATD yang sudah dimulai sejak beberapa tahun terakhir.

"Dua tahun lalu, kami bangun 157 IATD (irigasi air tanah dalam) periode 2021-2023. Tahun 2024, ada 34 unit IATD lagi, semoga bisa meringankan masalah air terutama sektor pertanian," kata Bupati Sugiri, di Ponorogo.

Menurut Kang Giri, sapaannya, proyek IATD cukup efektif untuk membantu pengadaan air bagi petani di daerah itu, khususnya di areal-areal terdampak kekeringan.

Dia menyebutkan, program IATD sejauh ini telah memberi dampak nyata pada kenaikan hasil produksi padi tahun lalu. Pada kurun 2022, produksi padi 459 ribu ton, pada tahun 2023 meningkat menjadi 471 ribu ton.

"Sudah ada kenaikan hasil, tahun ini harus meningkat lagi," ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga telah meminta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertahankan) setempat untuk menyediakan bibit tanaman.

Ia juga meminta dinas terkait selalu berkomunikasi dengan gabungan kelompok tani (gakpoktan) untuk memetakan permasalahan di lapangan.

"Jadi perlu adanya peran aktif antara petani dan Dinas, sehingga jika ada masalah segera tersolusikan," katanya pula.

Oleh karenanya, Kang Giri pun menargetkan tahun ini petani mampu panen hingga empat kali. Ia tak ingin ada petani yang gagal panen dampak kekeringan.

"Pertanian itu memberikan penghidupan dan kehidupan bagi masyarakat luas, tidak hanya petani, tapi saya dan semua warga," katanya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.