Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jaga Tumbuh Kembang Anak

📅 Senin, 29 Jul 2024, 01:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jaga Tumbuh Kembang Anak Doc: ANTARA/Risky Syukur
Ket. Arsip. Seorang anak mengikuti posyandu di wilayah Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Selasa (12/12/2023).

JAKARTA - Kepulauan Seribu mengedukasi pemangku kepentingan mengenai pentingnya tumbuh kembang anak pada seribu hari pertama kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting.

"Kami ingatkan lagi pentingnya menjaga tumbuh kembang anak untuk mencegah stunting," kata Kepala Seksi Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sudin PPAPP Kepulauan Seribu, Novi Rachmawati, Minggu.

Menurutnya, kejadian selama periode emas 1.000 HPK perlu dijaga guna mewujudkan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kepulauan Seribu. "Kondisi ini harus diketahui masyarakat agar bersama-sama memenuhi kebutuhan gizi anak seoptimal mungkin," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Sub Kelompok Urusan Kesra-Bagian Pemkesra, Kabupaten Kepulauan Seribu, Cecep Suryadi, menambahkan 1.000 HPK merupakan periode sensitif. Sebab akibat yang ditimbulkan terhadap bayi pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi.

Dampak tersebut tidak hanya pada pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan mental dan kecerdasannya. Kelak pada usia dewasa terlihat dari ukuran fisik yang tidak optimal serta kualitas kerja yang tidak kompetitif. Cecep menuturkan, pada tahun 2020-2030 Indonesia akan mengalami bonus demografi. Penduduk dengan usia produktif akan sangat besar mencapai kurang lebih 65 hingga 70 persen.

"Artinya, kita memiliki sebuah peluang dari proporsi penduduk produktif rentang usia 15-64 tahun dibanding penduduk usia nonproduktif kurang dari 15 tahun dan di atas 65 tahun," jelasnya. Selain itu, dalam menyambut harus dilakukan persiapan baik. Bonus demografi bisa dimanfaatkan agar berdampak luas secara jangka panjang untuk pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Jakarta terus mematangkan rencana membangun pulau sampah di Kepulauan Seribu pada tahun 2027. Ini sebagai upaya pengelolaan sampah serta solusi keterbatasan lahan.

"Kalau bicara pulau sampah, jangan membayangkan tempat tersebut dibangun dari tumpukan sampah ataupun digunakan sebagai TPA seperti Bantargebang. Bukan seperti," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta, Asep Kuswanto di Banjir Kanal Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu.

Asep menjelaskan, ide ini datang dari Penjabat Gubernur Jakarta Heru Budi Hartono untuk menambah ruang pengolahan sampah dengan luas sekitar 200 hingga 300 hektare.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.