Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Golden Rama: Bali-Raja Ampat-Labuan Bajo jadi favorit wisman

📅 Senin, 29 Jul 2024, 23:28 WIB | Oleh:
Golden Rama: Bali-Raja Ampat-Labuan Bajo jadi favorit wisman Doc: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Ket. Seniman menampilkan kesenian baleganjur dan fragmen tari saat atraksi budaya dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Tabanan, Bali, Jumat (26/7/2024). Menurut pengelola objek wisata sejak digelarnya kegiatan atraksi budaya dan kearifan lokal pada bulan Juli 2024, jumlah kunjungan wisatawan mengalami peningkatan per harinya yakni kunjungan wisatawan mancanegara dari 900 orang menjadi 1.300 orang dan wisatawan domestik dari 400 orang menjadi 700 orang.

Jakarta - Pulau Bali, Raja Ampat hingga Labuan Bajo, rata-rata menjadi pilihan favorit wisatawan mancanegara (Wisman) ketika liburan ke Indonesia.

"Mayoritas ke Indonesia bagian timur, ke Bali, Raja Ampat, Labuan Bajo, sampai sekarang semuanya masih berputar di daerah wisata Indonesia Timur," kata President Director PT Golden Rama Madu Sudono saat bincang bersama awak media di Jakarta, Senin.

Menurut Madu, berdasarkan data base yang dimiliki agen travel tersebut, rata-rata wisatawan mancanegara memilih liburan ke destinasi wisata tersebut karena memiliki keindahan alam yang begitu menarik.

Keindahan alam ini menjadi daya tarik utama yang membuat banyak wisatawan tertarik untuk berkunjung dan menikmati pesona alam yang menakjubkan.

Tak hanya itu, Indonesia Timur juga memiliki lokasi penyelaman terindah di dunia khususnya di Raja Ampat.

Keberadaan destinasi penyelaman ini menjadikan Indonesia Timur sebagai tujuan favorit bagi wisatawan mancanegara belahan dunia, yang ingin menikmati keindahan bawah laut yang memukau dan beragam hayati laut yang menakjubkan.

"Potensi pariwisata di Indonesia Timur itu luar biasa,the most beautiful diving spot in the worldada di Indonesia Timur," ucap Madu menirukan ungkapan yang pernah ia dengar dari turis luar negeri.

Meski begitu, Madu tidak merinci secara pasti berapa jumlah kunjungan wisatawan yang datang berlibur ke Indonesia melalui Golden Rama.

Dia hanya menyebutkan asal negara yang mayoritas mengunjungi destinasi tersebut yakni negara-negara Asia seperti Vietnam dan Singapura. Sedangkan untuk kelas premium mayoritas dari negara-negara Eropa seperti Belanda, Jerman, Spanyol termasuk beberapa negara dari Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab.

"Dan kami menawarkan paket ke Raja Ampat dengan harga yang cukup fantastis, harganya biasanya di atas 16 ribu dolar AS per orang, dengan jangka waktu tujuh hingga 10 hari," kata Madu.


Lebih lanjut, Madu mengungkapkan, turis biasanya datang terbagi berdasarkan wilayah asal mereka. Turis dari Eropa Utara contohnya, senang berkunjung ke Indonesia pada saat musim dingin di negara mereka yaitu Desember sampai Februari.

"Sedangkan turis dari Timur Tengah lebih senang berkunjung saat musim panas di negara mereka," jelasnya.

Dia juga berharap ke depannya agar sosialisasi tentang potensi objek wisata yang ada di Indonesia lebih masif lagi sehingga banyak wisatawan mancanegara yang berkunjung ke tanah air bukan hanya di Bali, Labuan Bajo, ataupun Raja Ampat.

"Memang banyak orang di Eropa, di Amerika mereka mengiranya Indonesia itu ada di dalam Bali. Tapi memang itu sudah terbentuk di pikiran mereka, jadi PR. Dan perlu konsistensi dari pemerintah kalau bisa mengekspos bahwa Indonesia bukan di dalam Bali," katanya.

Menurut dia, dengan banyaknya turis asing yang berkunjung ke tempat tempat wisata yang ada di Indonesia dapat berkontribusi bagi peningkatan devisa negara.

Sementara itu, lanjut Madu, untuk tujuan negara wisatawan nasional yang ke luar negeri paling diminati yakni negara-negara Eropa dan Jepang. Data itu merujuk pada 2023. Sedangkan pada 2024 bertambah satu negara yakni China.

"Itu permintaannya benar benar di luar ekspektasi. Destinasi-destinasi baru di China banyak sekali. Kalau di Eropa lebih banyak ke tempat aurora," ucapnya.

Dia menyebutkan bahwa wisatawan nasional yang ingin berkunjung ke negara seperti China melalui Golden Rama dengan harga Rp20 juta an per orang, dengan jangka waktu sembilan sampai 10 hari.

Dia juga menyampaikan bahwa pihaknya siap menjadi konsultan jika ada calon pelancong yang ingin mengetahui tempat tempat menarik ataupun hal baru yang ingin dikunjungi terutama di luar negeri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.