Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jepang akan Uji Klinis Sel Darah Buatan Seiring Menyusutnya Jumlah Pendonor

📅 Sabtu, 27 Jul 2024, 15:00 WIB | Oleh:
Jepang akan Uji Klinis Sel Darah Buatan Seiring Menyusutnya Jumlah Pendonor Doc: Kyodo
Ket. Foto yang diambil pada tanggal 1 Juli 2024, di Kashihara, Prefektur Nara, memperlihatkan sebotol sel darah merah buatan yang dibuat di Universitas Kedokteran Nara, Jepang.

NARA - Sebuah studi klinis sel darah merah buatan yang dapat disimpan untuk transfusi pada saat darurat akan dimulai di Jepang pada Maret mendatang, menurut Universitas Kedokteran Nara.

Mengutip Kyodo, Universitas Kedokteran Nara bermaksud akan menggunakan sel buatan tersebut secara praktis pada sekitar tahun 2030, katanya pada awal Juli, yang mungkin akan menjadi yang pertama di dunia.

Pengembangan sel darah yang dirancang untuk digunakan di daerah terpencil dan bencana, muncul ketika kekurangan darah diperkirakan terjadi di fasilitas medis karena menurunnya jumlah donor di tengah menyusutnya populasi Jepang.

Sementara sel darah merah yang diperoleh dari darah yang disumbangkan hanya dapat disimpan kurang dari sebulan pada suhu rendah, sementara sel buatan dapat disimpan selama dua tahun pada suhu ruangan, kata para peneliti.

Karena sel darah buatan dibuat bebas dari golongan darah apa pun, sel darah buatan tersebut dapat digunakan tanpa harus mengkonfirmasi golongan darah pasien dan diberikan selama transportasi dengan ambulans, kata mereka.

Dengan transfusi 800 mililiter yang umum di lingkungan klinis, dalam penelitian ini 100 hingga 400 ml larutan sel darah buatan akan diberikan kepada masing-masing dari 16 orang dewasa sehat yang akan diminta mulai bulan Maret.

Jika tidak ada efek samping yang dikonfirmasi dengan pemberian 400 ml, uji coba akan beralih untuk memeriksa kemanjuran dan keamanan pengobatan, kata universitas.

Sel darah buatan dikembangkan bebas dari virus dan sumber infeksi lain dengan menggunakan darah donor yang telah dibuang setelah kedaluwarsa.

Hiromi Sakai, profesor di Universitas Kedokteran Nara, mengatakan kebutuhan akan sel darah buatan "penting" karena saat ini belum ada pengganti yang aman untuk sel darah merah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.