Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menlu Retno Minta Tiongkok Jaga Perdamaian dan Stabilitas di Indo-Pasifik

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 14:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menlu Retno Minta Tiongkok Jaga Perdamaian dan Stabilitas di Indo-Pasifik Doc: ANTARA/HO-Kemlu RI
Ket. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi berbicara dalam Pertemuan Menlu ASEAN-Tiongkok di Vientiane, Laos, pada Jumat (26/7/2024).

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi meminta Tiongkok ikut serta menjaga perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.

Pernyataan itu disampaikan Menlu Retno dalam Pertemuan ASEAN-China Post-Ministerial Conference(PMC) di Vientiane, Laos, pada Jumat (26/7).

"ASEAN telah menjadi kontributor positif terhadap perdamaian, stabilitas kawasan, dan kemakmuran bersama. Karena itu, saya mengajak Tiongkok untuk terus mendukung sentralitas ASEAN serta mendukung berbagai mekanisme ASEAN," kata dia dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI.

Dalam pertemuan yang diikuti Menlu Tiongkok Wang Yi, Menlu Retno menyampaikan apresiasi kepada Beijing yang menjadikan Bandung Spirit sebagai rujukan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

Menurut dia, semangat solidaritas yang disuarakan sejak Konferensi Asia Afrika 1955 itu sangat diperlukan, terutama ketika situasi dunia sedang "terbelah" seperti saat ini.

"Rasa curiga dan saling tidak percaya adalah faktor utama yang membuat upaya membangun saling pemahaman jadi sulit dilakukan. Karena itu, komitmen kita bersama untuk mempertahankan dialog untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan sangatlah penting," kata Retno.

Lebih lanjut, Menlu Retno juga menyoroti isu di Laut Tiongkok Selatan yang terus menjadi batu sandungan dalam hubungan ASEAN-Tiongkok.

Para menlu ASEAN menggarisbawahi pentingnya mengimplementasikan Declaration of Conduct (DoC) dan segera menyelesaikan negosiasi Code of Conduct (CoC) sebagai pedoman tata perilaku di perairan strategis itu.

"Posisi Indonesia konsisten, yakni segala klaim, harus diselesaikan secara damai melalui dialog langsung antara pihak yang berkepentingan," ujar Retno.

Selanjutnya, ia memaparkan bahwa kemitraan ASEAN-Tiongkok terus tumbuh dan saling memberi manfaat selama lebih dari tiga dekade.

Tahun lalu, angka perdagangan ASEAN-Tiongkok mencapai hampir 20 persen dari total perdagangan ASEAN dan sepertiga dari total investasi yang masuk ke Asia Tenggara.

Menlu Retno juga mengutip "Laporan Survei Asia Tenggara" dari ISEAS Yusof Ishak tahun 2024, yang menyatakan persepsi masyarakat Asia Tenggara terhadap Tiongkok sebagai mitra ekonomi paling berpengaruh dan sebagai kekuatan politik yang strategis di kawasan.

Tahun lalu, Tiongkok telah menyampaikan dukungannya pada Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (AOIP), termasuk melalui komitmen 25 proyek konkret senilai 28,75 miliar dollar AS (sekitar Rp468,5 triliun) yang diumumkan pada ASEAN Indo-Pacific Forum di bawah keketuaan Indonesia.

"ASEAN siap terus bekerja sama dengan Tiongkok untuk memastikan realisasi seluruh proyek konkret tersebut, dan mengembangkan berbagai kolaborasi lainnya di empat pilar prioritas AOIP," ujar Retno.

Pertemuan ASEAN-China PMC mengadopsi pernyataan bersama peningkatan kerja sama aksi ranjau kemanusiaan (Humanitarian Mine Action).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.