Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BKSDA: Harimau Sumatra di Agam Mati Akibat Trakea Pecah Fraktur

📅 Jumat, 26 Jul 2024, 17:23 WIB | Oleh:
BKSDA: Harimau Sumatra di Agam Mati Akibat Trakea Pecah Fraktur Doc: ANTARA/BKSDA Sumbar
Ket. Petugas mengevakuasi seekor harimau Sumatra yang mati akibat terkena jerat babi di Kabupaten Agam.

PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatera Barat membenarkan seekor harimau Sumatra yang ditemukan di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam mati akibat trakea pecah fraktur pada tulang leher satwa tersebut.

"Berdasarkan hasil nekropsiharimau Sumatra berjenis kelamin betina ini mati karena trakea pecah fraktur pada tulang leher, yang mengakibatkan gagal nafas karena terjerat pada bagian leher," kata Kepala Seksi Wilayah I Pasaman BKSDA Provinsi Sumbar Antonius Vevri di Padang, Jumat.

Antonius mengatakan pihak BKSDA menerima laporan dari Wali Nagari (kepala desa) Sungai Pua pada Kamis (25/7) sekitar pukul 15.30 WIB bahwa salah seorang warga melihat seekor harimau sedang terjerat.

Kasus harimau Sumatra yang diperkirakan berusia dua tahun tersebut menambah rentetan panjang kematian satwa yang dilindungi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya itu masuk perangkap jerat babi

Setidaknya dalam kurun dua tahun terakhir BKSDA Provinsi Sumbar mencatat dua harimau Sumatra mati akibat terkena jerat babi yang dipasang masyarakat. Teranyar BKSDA mengevakuasi harimau yang terkena jerat babi sekitar 1,5 kilometer dari pemukiman penduduk di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Senada dengan itu, Kepala BKSDA Sumbar Lugi Hartanto mengatakan harimau Sumatra yang ditemukan mati tersebut sudah terpantau sejak Maret 2024. Bahkan, tim BKSDA telah memasang tiga kandang jebak untuk menangkapnya.

Dari pantauan kamera pengintai yang dipasang diketahui harimau betina itu dalam kondisi cacat yakni kaki depan sebelah kiri putus. Sayangnya, pada saat itu tim belum berhasil menangkapnya.

Ia menambahkan, mengingat harimau Sumatra salah satu satwa yang dilindungi undang-undang, pemerintah melalui BKSDA setempat terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan perburuan atau memasang jerat babi yang dapat mengancam populasinya. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.