Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Realisasi KUR pertanian hingga Juli 2024 di Aceh capai Rp493 miliar

📅 Kamis, 25 Jul 2024, 16:27 WIB | Oleh:
Realisasi KUR pertanian hingga Juli 2024 di Aceh capai Rp493 miliar Doc: ANTARA FOTO/Khalis Surry
Ket. Arsip - Petani menabur pupuk pada tanaman padi di Kecamatan Montasik, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Jumat (19/7/2024).

Banda Aceh - Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh menyebut realisasi kredit usaha rakyat (KUR) pertanian dari berbagai subsektor pertanian di provinsi itu telah mencapai Rp493 miliar, dari total alokasi KUR pertanian pada 2024 sebesar Rp2,1 triliun.


"Realisasi KUR sampai 15 Juli 2024 sudah Rp493 miliar, mulai dari sektor usaha pertanian pangan, hortikultura, perkebunan," kata Kepala Distanbun Aceh Cut Huzaimah di Banda Aceh, Kamis.

Menurut dia, alokasi KUR pertanian 2024 tersebut sedikit lebih besar dibanding alokasi KUR pada tahun sebelumnya, yang bahkan tidak menyentuh angka Rp2 triliun.

Pihaknya akan terus memberi pendampingan kepada petani Aceh yang ingin memanfaatkan KUR pertanian tersebut.

Tentu, keputusan akhir penerima KUR berada pada perbankan untuk melakukan validasi agar tidak terjadi tumpang tindih kredit.

"Kita melalui dinas kabupaten/kota, penyuluh, terus memberi sosialisasi bagi petani yang membutuhkan kredit melalui skema KUR dengan pola subsidi bunga dari pemerintah," ujarnya.

Ia menambahkan, penerima KUR bisa melalui kelompok maupun perorangan.

Aktivitas usaha apapun yang menyangkut pertanian bisa menjadi penerima KUR, baik dari sisi perbenihan, penanaman, pengolahan, pengadaan alat mesin pertanian, serta perdagangan pertanian.

Kendati demikian, ia berharap agar petani memanfaatkan KUR untuk pengembangan produk hilirisasi, seperti usaha atau industri pengolahan dalam upaya untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.

"Petani tidak hanya menjual bahan baku, tapi menjual yang sudah diolah sehingga petani mendapatkan nilai tambah," ujarnya.

Pihaknya juga meminta agar masyarakat petani dapat memanfaatkan KUR dengan maksimal dalam membantu petani, karena pemerintah sudah memberi subsidi bunga sebesar enam persen.

"Tentunya ini kemudahan bagi petani untuk membayar. Biasanya kalau bunga konvensional sampai 12 persen, ini cuma enam persen," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”
    Preview komentar:
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan pusat bantuan Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
  • Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan
    Preview komentar:
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call ...
    Layanan bebas pulsa Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
  • Night at Museum Ajak Generasi Muda Pelajari Sejarah dan Budaya dalam Suasana Eksklusif
    Preview komentar:
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
    Layanan WhatsApp Bank Nagari Layanan WhatsApp call center ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Nasional
Menkes Dorong Dokter Indone...

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
Megapolitan
Tabrakan Beruntun di Tol Se...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.