Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS: Jumlah penduduk miskin di NTB turun 0,94 persen

📅 Kamis, 25 Jul 2024, 17:50 WIB | Oleh:
BPS: Jumlah penduduk miskin di NTB turun 0,94 persen Doc: ANTARA/antaranews.com
Ket. Ilustrasi - Kemiskinan.

MATARAM - Data pada Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat mengalami penurunan sebesar 0,94 persen dari sebelumnya 13,85 persen pada Maret 2023 menjadi 12,91 persen pada Maret 2024.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Nusa Tenggara Barat Ahsanul Khalik di Mataram Kamis mengatakan, angka penurunan jumlah penduduk miskin di wilayahnya tertinggi ke-2 secara nasional.

"Ini menjadi pendorong bagi Pemerintah NTB untuk terus lebih memperhatikan secara baik ikhtiar bagaimana menurunkan angka kemiskinan pada masa mendatang," ujarnya.

Dia menjelaskan, pada Maret 2023, jumlah penduduk miskin di Nusa Tenggara Barat tercatat berjumlah 751 ribu jiwa. Setahun kemudian angka penduduk miskin turun menjadi 709 ribu jiwa pada Maret 2024.

Jumlah penduduk miskin paling sedikit berada di Kota Mataram dan Kota Bima, dengan angka masing-masing sebanyak 43 ribu jiwa atau 8 persen dan 15 ribu jiwa atau setara 8,12 persen.

Sedangkan persentase penduduk miskin paling tinggi terletak di Kabupaten Lombok Utara sebanyak 56 ribu jiwa (23,96 persen), Kabupaten Lombok Timur sebesar 185 ribu jiwa (14,51 persen), dan Kabupaten Bima mencapai 72 ribu jiwa (13,88 persen).

"Angka kemiskinan di NTB masih lebih tinggi atau masih di atas rata-rata angka kemiskinan nasional 9,03 persen. Artinya, NTB masih pada angka yang harus berjuang kuat untuk mengejar kondisi kemiskinan pada provinsi lain," kata Ahsanul.

Saat angka kemiskinan turun, indeks kedalaman kemiskinan dan indeks keparahan kemiskinan di NTB terlihat mengalami peningkatan.

Indeks kedalaman kemiskinan tercatat sebesar 2,38 poin pada Maret 2023 dan menjadi 2,44 poin pada Maret 2024. Kemudian indeks keparahan kemiskinan yang sebelumnya berada pada angka 0,59 poin pada Maret 2023 menjadi 0,61 poin pada Maret 2024.

Ahsanul menuturkan, pihaknya menyadari situasi itu dan menaruh perhatian serius terhadap kenaikan indeks kedalaman dan keparahan kemiskinan tersebut.

"Penurunan angka kemiskinan di NTB periode Maret 2024 adalah hasil kerja bersama pemerintah kabupaten/kota di NTB dan juga para kepala desa/lurah yang terus menjadikan kemiskinan sebagai salah satu prioritas dalam arah dan kebijakan pembangunan daerah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.