Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Airlangga Sebut Kebaya Simbol Ekonomi Kerakyatan

📅 Kamis, 25 Jul 2024, 17:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Airlangga Sebut Kebaya Simbol Ekonomi Kerakyatan Doc: ekon.go.id

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kebaya merupakan simbol ekonomi kerakyatan karena memiliki 100 persen kandungan lokal.

"Kami lihat kebaya bukan hanya sebagai aset budaya bangsa, tetapi juga simbol industri pakaian atau tekstil dalam negeri, karena industri kebaya memiliki kandungan lokal mencapai 100 persen," ujar Airlangga saat membuka Kowani Expo di Jakarta, Selasa (23/7).

Menko Bidang Perekonomian pun menjelaskan kebaya dan aksesoris pendukungnya dibuat secara manual dengan menggunakan alat yang masih tradisional atau bukan pabrikan. Selain itu, kebaya juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya para perempuan.

"Kebaya bukan hanya pakaian, tetapi juga simbol ekonomi kerakyatan," kata dia.

Airlangga mengapresiasi para perempuan Indonesia yang mampu meningkatkan perekonomian bangsa melalui kebaya dan aksesoris pendukungnya. Pihaknya pun terus mendorong agar kebaya dapat menembus pasar ekspor. Menurut dia, pemerintah turut membantu dengan menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa jaminan untuk pinjaman hingga 100 juta rupiah. "Pemerintah menyediakan dana hingga 270 triliun rupiah untuk membantu UMKM agar naik kelas," kata Airlangga.

Menko Bidang Perekonomian juga mendorong perempuan Indonesia meningkatkan keahliannya melalui Kartu Prakerja yang sudah disediakan oleh pemerintah, sehingga keahlian yang dimiliki tetap relevan dengan kebutuhan saat ini.

Sementara Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Giwo Rubianto Wiyogo, mengatakan Kowani Expo merupakan rangkaian puncak Hari Kebaya Nasional. "Hari Kebaya Nasional bertujuan memperkenalkan dan menggaungkan kembali kebaya sebagai bagian dan sejarah perjuangan para perempuan Indonesia, meningkatkan wujud cinta, bangga pada identitas bangsa dan Tanah Air," kata Giwo.

Selain itu bertujuan melestarikan warisan budaya dengan menjadikan kebaya sebagai salah satu wadah kreativitas tanpa menghilangkan nilai pakem dari kebaya, serta menjadikan kebaya sebagai busana perempuan yang dipakai dalam berbagai acara.

Menurut dia, melalui kebaya juga dapat meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan serta pertumbuhan ekonomi bangsa. Hal itu dikarenakan melalui penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional, sejumlah UMKM memperoleh kenaikan penjualan produk kebaya dan aksesoris pendukungnya.

"Melalui kebaya, perempuan Indonesia dapat naik kelas dan semakin maju," kata dia.Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.