Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hiu di Perairan Lepas Pantai Brazil Ditemukan Positif Kokain

📅 Selasa, 23 Jul 2024, 14:37 WIB | Oleh:
Hiu di Perairan Lepas Pantai Brazil Ditemukan Positif Kokain Doc: SCIENCE/LEVI SA/INATURALIST
Ket. Hiu berhidung tajam asal Brazil, seperti hiu ini, dinyatakan positif mengandung kokain di dekat Rio de Janeiro.

JAKARTA - Hiu di lepas pantai Brazil mengandung kokain dan para ilmuwan yakin obat itu dapat mengubah perilaku mereka.

Dikutip dari NDTV, ahli biologi kelautan, dalam sebuah penelitian, menemukan kadar kokain yang tinggi di otot dan hati 3 hiu hidung tajam asal Brazil dari perairan dekat Rio de Janeiro.

Meskipun tidak diketahui bagaimana hiu-hiu itu memakan obat tersebut, ada beberapa teori. Para ilmuwan percaya bahwa kokain kemungkinan berasal dari pembuangan laboratorium ilegal yang memproduksi obat-obatan atau dari kotoran pengguna narkoba melalui limbah yang tidak diolah.

Bisa jadi hiu-hiu itu memakan bungkusan kokain yang hilang atau dibuang ke laut oleh penyelundup narkoba. "Kami biasanya tidak melihat banyak bungkusan kokain dibuang atau hilang di laut di sini, tidak seperti di Meksiko dan Florida," kata seorang ilmuwan kepada The Telegraph. Iamenegaskan bahwa sangat tidak mungkin hiu-hiu itu memakan kokain dari bungkusan yang dibuang.

Menurut para ilmuwan, hasil pengujian menunjukkan adanya "paparan kronis" kokain pada hiu.

Sementara mereka memperkirakan kokain itu berbahaya bagi hiu, tidak diketahui sejauh mana obat itu dapat mempengaruhi perilaku hiu atau apakah obat itu membuat hewan itu lebih agresif dan tidak terduga.

"Hal ini mungkin terjadi, karena kokain menargetkan otak, dan perilaku hiperaktif dan tidak menentu telah terlihat pada hewan lain. Ini adalah kemungkinan dan diperlukan penelitian lebih lanjut," kata Dr. Enrico Mendes Saggioro, seorang ahli ekotoksikologi.

Para peneliti, yang mengambil hiu kecil dari air saat memancing di dekat Rio de Janeiro, membedahnya dan menguji organ-organnya. Dalam temuan yang mengkhawatirkan, mereka menemukan konsentrasi kokain hingga 100 kali lebih tinggi daripada yang sebelumnya ditemukan pada hewan laut lainnya.

Hasil pengujian tersebut mengungkapkan bahwa setiap sampel dari hiu tersebut positif mengandung kokain, 92 persen sampel otot dan 23 persen sampel hati juga positif mengandung salah satu metabolit utama obat tersebut, benzoylecgonine. Ini menandai bukti pertama bahwa kokain teridentifikasi pada hiu liar.

Meskipun tingkat kerusakan yang ditimbulkan kokain pada hewan tidak diketahui, para ilmuwan menduga bahwa salah satu cara obat itu mempengaruhi hiu adalah dengan merusak penglihatan mereka, yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk berburu.

Mereka mungkin tidak menjadi gila karena kokain tetapi dapat mengurangi harapan hidup mereka, kata seorang ilmuwan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Nasional
Mentan: Stok Beras Lebih da...
Luar Negeri
Paus Sampaikan Solidaritas ...
Ekonomi
BI: Transaksi QRIS Bebas Bi...
Ekonomi
Harga BBM Pertamina, Shell,...
NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.