Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Varian Baru Covid-19 Melanda Australia

📅 Senin, 22 Jul 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Varian Baru Covid-19 Melanda Australia Doc: AFP/MUHAMMAD FAROOQ
Ket. Seorang petugas medis mengambil sampel dari seorang pria di pusat tes Covid-19 drive-through di Sydney, Australia, beberapa waktu lalu. Varian baru Covid-19, LB.1, melanda Australia dengan para ahli kesehatan memperingatkan virus tersebut dapat menyebar lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya.

ANKARA - Varian baru Covid-19, LB.1, melanda Australia dengan para ahli kesehatan memperingatkan virus tersebut dapat menyebar lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya.

Juru Bicara Departemen Kesehatan Australia mengatakan telah ada kasus LB.1 yang terkonfirmasi di Australia, lapor SBS News.

Seperti dikutip dari Antara, para pakar kesehatan memperingatkan varian baru tersebut dapat menyebar lebih cepat dari varian sebelumnya.

"Meskipun LB.1 hampir pasti lebih mudah menular dibandingkan KP.2, tetapi tampaknya penyakit ini tidak mengungguli KP.3 dan turunannya," sebut lembaga penyiaran itu mengutip Profesor Adrian Esterman, Ketua Biostatistik dan Epidemiologi Universitas South Australia.

Seorang dokter penyakit menular dan ahli mikrobiologi klinis di Universitas Queensland Paul Griffin mengatakan negara tersebut tampaknya mendekati puncak kasus virus korona pada musim dingin ini, namun ia menambahkan sulit untuk mengatakan hal tersebut dapat menyebabkan gelombang baru infeksi.

Gelombang Besar

Esterman mengatakan pihaknya mengalami gelombang besar aktivitas Covid dan itu tampaknya melambat, tetapi saat ini masih cukup banyak.

Sebelumnya disampaikan subvarian baru Corona JN.1 menyebar dengan cepat di Amerika Serikat (AS) dan menyumbang hampir setengah dari kasus baru Covid-19 di negara itu, berdasarkan keterangan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/CDC) AS.

Menurut CDC AS, JN.1 saat ini merupakan varian dengan pertumbuhan jumlah kasus paling cepat dan paling dominan di AS. Virus ini menjadi penyebab lebih dari 44 persen kasus penularan baru di seluruh AS, atau naik dari 21,4 persen yang dilaporkan sebelumnya, Senin (25/12).

CDC AS memperkirakan JN.1 paling banyak ditemukan di wilayah timur laut AS termasuk New Jersey dan New York, yang menyumbang hampir 57 persen dari total kasus.

JN.1 terkait erat dengan varian BA.2.86 yang dilacak oleh CDC AS sejak Agustus 2023. Virus ini pertama kali terdeteksi di AS pada September 2023. JN.1 kemungkinan lebih mudah menular dibandingkan dengan varian lain.

"Atau memiliki kemampuan yang lebih baik dalam menghindari sistem kekebalan tubuh dibandingkan dengan varian lain yang merebak," demikian pernyataan CDC AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.