Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Desak Gilead Izinkan Produksi Generik Obat HIV Barunya

📅 Senin, 22 Jul 2024, 10:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Desak Gilead Izinkan Produksi Generik Obat HIV Barunya Doc: Pharmaceutical-technology/Shutterstock/Sundry Phot
Ket. Kantor pusat Gilead Sciences di Silicon Valley. Obat HIV buatan Gilead, Sunlenca (lenacapavir), memperoleh persetujuan FDA pada tahun 2022.

WASHINGTON - Raksasa farmasi AS, Gilead, dapat mengakhiri pandemi AIDS jika membuka akses terhadap obat HIV barunya, kata kepala UNAIDS kepada AFP.

Winnie Byanyima mendesak Gilead untuk "menciptakan sejarah" dengan mengizinkan produksi generik Lenacapavir, obat antiretroviral suntik dua kali setahun yang digunakan untuk mengobati pasien HIV.

Ia mendesak Gilead untuk membuka Lenacapavir kepada organisasi internasional Medicines Patent Pool yang didukung PBB, sehingga versi generik yang lebih murah dapat dijual di bawah lisensi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Apa pun keuntungan finansial yang didapat dari penciptaan Lenacapavir, reputasi sebagai perusahaan yang menaklukkan pandemi AIDS akan lebih besar, kata Byanyima.

"Gilead memiliki peluang untuk membawa kita lebih dekat dalam mengakhiri AIDS sebagai ancaman kesehatan masyarakat," kata Byanyima kepada AFP dalam sebuah wawancara di kantor pusat UNAIDS di Jenewa.

"Gilead memiliki kesempatan untuk menyelamatkan dunia. Menyelamatkan dunia, secara harfiah," dari pandemi.

"Mereka bisa menjadi perusahaan yang memenangkan Hadiah Nobel, misalnya. Penghargaan tidak hanya berupa uang. Ada juga pengakuan... bayangkan betapa hebatnya hal itu."

Di Liga yang Berbeda

Sementara sekitar 10 juta orang dengan HIV masih perlu dijangkau dengan terapi antiretroviral, sekitar 30 juta orang telah menjalani pengobatan tersebut.

Byanyima, direktur eksekutif Program Gabungan PBB tentang HIV dan AIDS, mengatakan, hal ini hanya mungkin berkat inovasi dari perusahaan farmasi seperti Gilead.

Namun Lenacapavir "sangat efektif, sehingga termasuk dalam kategori obat pencegahan yang berbeda", katanya.

Byanyima mengatakan obat itu akan membantu mereka yang paling sulit dijangkau.

"Orang-orang yang bersembunyi dari hukum -- kaum gay, kaum transgender -- yang bisa keluar hanya dua kali setahun untuk mendapatkan suntikan dan tetap aman", katanya, belum lagi kaum perempuan muda di Afrika, yang takut terhadap stigma dan kekerasan dalam rumah tangga.

Lenacapavir telah disetujui untuk digunakan pada pasien HIV di Amerika Serikat dan Uni Eropa pada tahun 2022. Obat ini tersedia dengan harga sekitar $40.000 per tahun di AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

19 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.